1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Nasional
  5. News

Perkuat Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

Oleh ,

RUBIS.ID, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, kembali menorehkan capaian di bidang inovasi dan keberlanjutan. PGN meraih Platinum Award pada ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2026 kategori Environment bidang Transformasi Energi.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas berbagai inovasi dan solusi berbasis teknologi yang dikembangkan PGN untuk mendukung transisi energi, menekan emisi, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis.

Penghargaan diserahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara InTechSEA Awards 2026 yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Mengusung tema “Collaborative Innovation for Sustainable and Inclusive Future”, InTechSEA 2026 mendorong lahirnya inovasi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

37 Inisiatif Dekarbonisasi

Komitmen PGN terhadap transisi energi salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan 37 inisiatif dekarbonisasi di berbagai entitas perusahaan.

Berbagai program tersebut diperkirakan telah memberikan kontribusi terhadap penurunan emisi sekitar 22 ribu ton CO₂ ekuivalen (CO₂e) hingga Juni 2026.

Direktur Utama PGN, Arief K. Risdianto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan dengan keandalan operasional serta penciptaan nilai bisnis.

“Bagi PGN, inovasi tidak berhenti pada pengembangan teknologi, tetapi harus dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata. Upaya dekarbonisasi yang kami jalankan menunjukkan bahwa aspek lingkungan dapat berjalan seiring dengan efisiensi operasional dan penciptaan nilai bisnis,” ujar Arief.

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi PGN untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, sekaligus perkembangan transisi energi.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor midstream dan downstream gas bumi, PGN terus memperkuat peran gas bumi dalam mendukung peralihan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan infrastruktur, peningkatan konektivitas, digitalisasi operasional, hingga penyediaan solusi energi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Perkuat Infrastruktur Gas

PGN saat ini melayani kebutuhan gas bumi untuk berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, komersial, industri, pembangkit listrik hingga transportasi darat.

Penyaluran dilakukan melalui jaringan pipa gas bumi, serta pemanfaatan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang belum terhubung jaringan pipa.

Dalam memperkuat konektivitas infrastruktur, PGN juga mengoptimalkan pemanfaatan Pipa Transmisi Cirebon–Semarang (Cisem), Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG Hub, serta pengembangan infrastruktur LNG lainnya.

Penguatan konektivitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan fleksibilitas dan keandalan pasokan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur gas bumi yang telah tersedia.

PGN juga mulai mempersiapkan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap perkembangan sumber energi masa depan. Salah satunya melalui pengembangan injection point yang dapat mendukung penyaluran gas dari sumber energi alternatif seperti Coal Bed Methane (CBM) dan biomethane di Sumatera Selatan.

“Transformasi energi membutuhkan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan adaptif. Karena itu, PGN tidak hanya memperkuat infrastruktur yang ada, tetapi juga mempersiapkannya agar dapat mengakomodasi sumber energi yang semakin beragam,” jelas Arief.

Digitalisasi Dukung Keandalan

Transformasi PGN turut diperkuat melalui digitalisasi pengelolaan infrastruktur gas bumi.
PGN mengoperasikan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau, mengontrol, dan mengelola jaringan gas bumi secara real-time dari jarak jauh.

Integrasi data operasional melalui sistem tersebut mendukung pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan.

Di sisi lingkungan, PGN juga mengintegrasikan mitigasi perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, serta aspek keselamatan dan keamanan melalui penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam seluruh kegiatan operasional.

PGN turut menjaga keandalan infrastruktur gas bumi nasional, mulai dari jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang lebih dari 33.000 kilometer hingga berbagai fasilitas CNG dan LNG.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi energi ke berbagai sektor pelanggan sekaligus memperluas pemanfaatan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.

“Upaya dekarbonisasi harus berjalan seiring dengan keandalan dan keselamatan operasional. Karena itu, PGN terus mendorong inovasi yang dapat menekan emisi dan meningkatkan efisiensi, dengan tetap memastikan seluruh infrastruktur dan layanan gas bumi beroperasi secara andal serta memenuhi standar keamanan dan keselamatan,” tegas Arief.

Ke depan, PGN menyatakan akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.

Optimalisasi infrastruktur, digitalisasi operasional, serta pengembangan solusi gas bumi dan sumber energi masa depan menjadi bagian dari langkah PGN mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, pelanggan, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis.(*)

Baca Juga