Tiga Tahun Beroperasi, BNCT Perkuat Efisiensi Logistik dan Komitmen Green Port
RUBIS.ID, MEDAN — Memasuki tahun ketiga sejak resmi berdiri pada 1 September 2023, PT Belawan New Container Terminal (BNCT) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara sekaligus meningkatkan efisiensi layanan bongkar muat petikemas.
Tiga tahun perjalanan BNCT ditandai dengan upaya peningkatan kapasitas dan produktivitas terminal guna memastikan kelancaran arus barang ekspor dan impor. Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam mendukung konektivitas logistik nasional.
Tak hanya mengejar aspek produktivitas, BNCT juga mulai mengakselerasi penerapan konsep Green Port melalui penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam operasional terminal.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil atau solar pada peralatan operasional dan secara bertahap beralih menggunakan sistem elektrifikasi berbasis listrik.
Transformasi tersebut akan terus diperkuat seiring dengan rencana kedatangan sejumlah unit peralatan baru yang mengadopsi teknologi modern berbasis listrik.
Corporate Secretary BNCT, Rizki Affandi Nasution, mengatakan keberadaan BNCT selama tiga tahun bukan sekadar membangun layanan terminal petikemas, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Sejak resmi berdiri pada 1 September 2023, BNCT terus berupaya menjadi pilar utama kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami tidak hanya berfokus pada percepatan dan efisiensi arus bongkar muat petikemas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan,” ujar Rizki.
Menurutnya, penggunaan peralatan berbasis elektrifikasi menjadi salah satu langkah nyata BNCT dalam mengurangi penggunaan solar sekaligus menekan emisi karbon dari aktivitas operasional pelabuhan.
“Peralatan baru yang kami operasikan dan siap hadir ke depan seluruhnya menggunakan sistem elektrifikasi berbasis listrik untuk menggantikan bahan bakar solar. Ini adalah langkah nyata BNCT menuju operasional ramah lingkungan demi mengurangi emisi karbon secara signifikan,” katanya.
BNCT menilai integrasi teknologi, peningkatan standar operasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem logistik yang semakin efisien dan berkelanjutan.
Dengan menggabungkan penguatan produktivitas terminal dan penerapan teknologi ramah lingkungan, BNCT optimistis dapat terus memberikan kontribusi terhadap kelancaran arus perdagangan, penguatan konektivitas logistik, serta pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara dan kawasan sekitarnya.
Memasuki tahun keempat perjalanan operasionalnya, BNCT menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menuju layanan terminal petikemas yang efisien, modern, berdaya saing, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.(*)