1. Beranda
  2. Daerah
  3. News

Perkuat Organisasi dan Dukung Swasembada Pangan, DPC HKTI Madina Gelar Konsolidasi Bersama DPD HKTI Sumut

Oleh ,

RUBIS.ID, PANYABUNGAN – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPC HKTI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat orientasi dan konsolidasi organisasi bersama Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD HKTI Sumatera Utara, sebagai upaya memperkuat struktur organisasi, meningkatkan pemahaman pengurus terhadap peran HKTI, serta menyusun langkah strategis dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan di Cafe Rumah Daun, Panyabungan, Sabtu (17/10/2026).

Ketua DPC HKTI Mandailing Natal yang juga Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, menyampaikan bahwa kepengurusan HKTI Madina terdiri dari berbagai unsur profesi dan kalangan yang selama ini aktif dalam organisasi maupun kegiatan pembangunan daerah, komposisi kepengurusan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat peran HKTI dalam memperjuangkan kepentingan petani dan mendorong kemajuan sektor pertanian di Mandailing Natal.

"Pengurus HKTI Madina berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok tani, pengusaha, hingga organisasi kepemudaan. Keberagaman ini menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi petani," ujarnya.

Atika juga mengungkapkan bahwa DPC HKTI Madina telah menyiapkan surat dan kelompok tani sebagai tindak lanjut atas tawaran Ketua Umum HKTI, Dr. Sudaryono, terkait bantuan pengadaan hand traktor bagi kelompok tani yang membutuhkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mempercepat pengolahan lahan, serta mendorong efisiensi dalam kegiatan usaha tani.

"Kami telah menyiapkan surat dan kelompok tani untuk menyambut tawaran bantuan hand traktor dari Ketua Umum HKTI. Harapannya, bantuan tersebut dapat menjawab kebutuhan petani dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Madina," jelas Atika.

Lebih lanjut, Atika menyoroti kondisi ketersediaan sayur-mayur di Mandailing Natal yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi HKTI untuk mendorong pengembangan produksi hortikultura dan komoditas kebutuhan pokok lainnya.

"Kondisi di Madina saat ini, sayur-mayur masih didatangkan dari luar daerah. Ini harus menjadi motivasi bagi HKTI untuk membuat terobosan, mendorong petani meningkatkan produksi lokal, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah," ungkap Atika

HKTI Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Ranting

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HKTI Sumatera Utara, M. Fadli Abdina, menjelaskan bahwa orientasi merupakan bagian penting dalam memperkenalkan HKTI kepada seluruh pengurus di berbagai tingkatan organisasi.

Ia menyampaikan bahwa HKTI telah menyatukan kepengurusan setelah mengalami dualisme selama kurang lebih 15 tahun. Penyatuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja.

Menurut Fadli, setelah penyatuan kepengurusan, HKTI perlu memperkuat pemahaman organisasi, melakukan kaderisasi, serta memastikan keberadaan dan aktivitas organisasi dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Orientasi merupakan pengenalan HKTI di semua tingkatan. Setelah penyatuan kepengurusan, kita harus memperkuat organisasi melalui kaderisasi dan konsolidasi agar HKTI mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan," ujar Fadli, Saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Tanjung Balai.

Ia menambahkan, kaderisasi akan dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), kemudian dilanjutkan oleh DPD hingga DPC. Dengan demikian, setiap tingkatan kepengurusan diharapkan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam menjalankan visi serta program organisasi.

Fadli juga menegaskan bahwa konsolidasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari evaluasi dan penguatan barisan organisasi, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.

"Konsolidasi merupakan bagian dari koreksi dan upaya memperkuat barisan organisasi. Kita ingin memastikan program kerja HKTI dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi petani," katanya.

Ia menekankan pentingnya sinergi HKTI dengan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi untuk mendukung program pembangunan pertanian, khususnya dalam menyukseskan agenda Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan nasional.

Dorong Akses Bantuan dan Kesejahteraan Petani

Selain penguatan internal organisasi, Fadli menyebutkan bahwa HKTI juga harus menjalankan peran eksternal dengan mendorong dan memfasilitasi kelompok tani agar lebih mudah mengakses berbagai bantuan pertanian antara lain berupa alat dan mesin pertanian, pupuk, bibit, serta sarana produksi lainnya yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Menurutnya, HKTI harus hadir sebagai jembatan komunikasi antara petani dengan pemerintah maupun pihak terkait agar berbagai kebutuhan petani dapat diidentifikasi dan diperjuangkan secara tepat sasaran.

"HKTI harus mampu mendorong dan memfasilitasi kelompok tani agar mendapatkan akses terhadap bantuan alat pertanian, pupuk, bibit, dan kebutuhan lainnya. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan produktivitas, memperkuat perekonomian, serta meningkatkan kesejahteraan petani," tegasnya.

Sebelumnya Bidang OKK DPD HKTI Sumut melakukan orientasi dan konsolidari pada DPC HKTI Padang Sidempuan dan HKTI Tapanuli Selatan di Padang Sidempuan, dihadiri unsur pengurus dan dilanjutkan dengan diskusi terkait Pupuk, Gudang Pupuk, Alat Pertanian, Bibit dan obat pembasmi hama tikus.

Baca Juga