1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Lifestyle
  4. Nasional
  5. News

Laba Indosat Melonjak 37,2 Persen, Pendapatan Tembus Rp45,8 Triliun

Oleh ,

RUBIS.ID, JAKARTA – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) terus mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan membukukan pendapatan Rp45,8 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), sekaligus mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Kinerja positif tersebut turut tercermin dari peningkatan EBITDA menjadi Rp21,1 triliun. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 37,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,9 triliun.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Perusahaan mengandalkan kekuatan bisnis inti telekomunikasi sebagai fondasi untuk mengembangkan sumber pertumbuhan baru, khususnya di sektor AI dan layanan komputasi awan (cloud).

Dalam siaran pers yang diterima Kamis (29/10/2026), Indosat menyebutkan bahwa pertumbuhan bisnis inti didukung strategi AI hyper-personalization, yakni pemanfaatan kecerdasan buatan dan data untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan sesuai kebutuhan pelanggan.

Strategi tersebut turut mendorong peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan sebesar 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000.

Di sisi lain, trafik data meningkat 16 persen menjadi 14.829 petabyte. Pertumbuhan ini didukung pemanfaatan AI untuk memahami perilaku pelanggan, investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan 5G.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bisnis inti telekomunikasi yang kuat menjadi fondasi utama bagi transformasi perusahaan.

“Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Vikram.

Menurutnya, investasi Indosat di bidang AI mulai menunjukkan kontribusi bisnis yang nyata. Perusahaan juga terus membangun kapabilitas untuk menjawab meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun pasar global.

Ia menegaskan, pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan perekonomian.

Pendapatan AI Cloud Tembus USD50 Juta

Selain memperkuat bisnis konektivitas, Indosat mulai menuai hasil dari pengembangan bisnis AI. Pendapatan solusi Indosat AI Cloud mencapai USD50 juta selama sembilan bulan pertama 2026.
Angka tersebut melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar USD28 juta. Indosat pun memperkirakan pendapatan bisnis AI Cloud dapat mencapai USD100 juta hingga akhir 2026.

Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud. Bagi perusahaan, bisnis tersebut menjadi sumber pendapatan baru di luar layanan telekomunikasi konvensional.

Indosat juga mengembangkan ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI ecosystem. Ekosistem ini menggabungkan konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.

Melalui pendekatan tersebut, Indosat berupaya menyediakan solusi menyeluruh bagi pelaku usaha yang ingin mengakses, menerapkan, dan mengembangkan teknologi AI dalam berbagai skala.

Perkuat Infrastruktur AI hingga Target 1 Gigawatt

Untuk menopang pengembangan ekosistem tersebut, Indosat memanfaatkan jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer melalui RAIA Grid. Infrastruktur ini berperan sebagai tulang punggung konektivitas yang menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai penerapan AI.

Indosat juga mengembangkan Zankore by Indosat, yang diarahkan untuk membangun infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).

Pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan komputasi yang terus meningkat, sekaligus membuka peluang komersial baru di sektor ekonomi digital.

Untuk memperluas akses teknologi bagi pelanggan korporasi, Indosat menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5.

Solusi ini menyediakan akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapan teknologi secara lebih terukur.

Indosat juga menyebut perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan layanan AI yang dikembangkannya. Hal ini menjadi bagian dari upaya mengubah investasi infrastruktur menjadi peluang bisnis yang memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan.

Melalui kombinasi bisnis inti telekomunikasi yang kuat dan pengembangan ekosistem AI terintegrasi, Indosat menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas kontribusinya terhadap kemajuan pelaku usaha di Indonesia.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari ambisi perusahaan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan ekonomi digital di tingkat regional maupun global.(*)

Baca Juga