Bantuan Kemanusiaan Tertahan, Adu Mulut Warnai Pertemuan BPBD Sumut dan Relawan
Ket: Suasana pertemuan antara BPBD Sumatera Utara, perwakilan Pemprov Sumut, relawan Gimbal Alas Indonesia, dan Yayasan Mapel Indonesia di Gedung Serbaguna Jalan Williem Iskandar, Medan, Senin (29/12/2025).(Foto: Ist)
RUBIS.ID, MEDAN – Pertemuan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, PT Pelni Cabang Medan, Yayasan Mapel Indonesia, dan relawan Gimbal Alas Indonesia terkait tertahannya bantuan untuk korban bencana di Sumatera, khususnya Aceh Tamiang, sempat berlangsung ricuh. Pertemuan tersebut digelar di Gedung Serbaguna Jalan Williem Iskandar, Senin (29/12/2025).
Ketegangan mencuat setelah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Basarin Yunus Tanjung, dinilai melontarkan pernyataan yang terkesan menantang para relawan untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Dalam forum tersebut, Basarin menegaskan dirinya tidak dapat dipersalahkan atas pemindahan barang bantuan milik relawan Gimbal Alas Indonesia dari Depo PT Prima Indonesia Logistik Belawan ke gudang BPBD Sumut.
Pernyataan itu memicu emosi Ketua Umum Yayasan Mapel Indonesia, M Yusuf Hanafi Sinaga, yang sejak awal mendampingi relawan Gimbal Alas Indonesia. Ia menilai ucapan Basarin keluar dari konteks pertemuan.
“Bapak nantang! Bapak nantang!” ucap Yusuf dengan nada tinggi.
Situasi semakin memanas ketika Sekretaris Umum Yayasan Mapel Indonesia, Nanang Ardiansyah Lubis, turut meluapkan kekecewaannya. Ia menyebut telah menyiapkan dana tebusan sebesar Rp2,4 juta untuk dua kontainer bantuan masyarakat Jawa Timur yang tertahan.
“Saya pastikan kalau persoalan ini sampai ke meja hukum, bapak (Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprovsu) yang akan duduk di meja persidangan,” tegas Nanang.
Setelah perdebatan cukup panjang, seluruh pihak akhirnya sepakat untuk meredam ketegangan. BPBD Sumut bersedia menanggung biaya bongkar muat yang sebelumnya dibebankan kepada Relawan Posko Malang Bersatu–Gimbal Alas Indonesia.
Selain itu, BPBD Sumut juga memastikan seluruh bantuan dari masyarakat Jawa Timur akan diantarkan ke posko utama bantuan di Kota Langsa, Aceh. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan kepada para korban bencana. (*)




Komentar