Bulog Pastikan Siap Serap Gabah dan Jagung Petani di Musim Panen
Ket Foto: Direktur Pengadaan Perum Bulog bersama jajaran meninjau kesiapan gudang Bulog di Sumatera Utara dalam menyerap gabah dan jagung hasil panen petani, sebagai bagian dari upaya menjaga stok dan stabilitas pangan nasional.(Dok.Bulog)
RUBIS.ID, MEDAN – Perum Bulog sejak awal tahun ini kembali menyatakan kesiapan untuk melaksanakan serapan hasil panen petani berupa Gabah Kering Panen (GKP) dan Jagung Pipil Kering (JPK). Kesiapan ini melanjutkan peran Bulog sebagai operator pemerintah yang pada tahun sebelumnya dinilai sukses menyerap hasil panen petani di berbagai daerah.
Pemerintah sendiri telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk GKP sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan maksimal Rp6.700 per kilogram di tingkat penggilingan. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga serta melindungi pendapatan petani di masa panen.
Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi dengan produksi padi yang cukup besar di Indonesia diharapkan dapat terserap hasil panennya secara optimal oleh Bulog Kanwil Sumatera Utara.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto memastikan bahwa seluruh gudang Bulog di Indonesia telah siap menerima hasil panen petani. Hal itu disampaikannya saat meninjau Gudang Bulog Jemadi di Kota Medan.
“Prinsipnya Bulog di seluruh Indonesia telah siap untuk kembali melakukan serapan hasil panen petani, termasuk gudang di wilayah Sumatera Utara,” ujar Prihasto Setyanto.
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sudah mulai memasuki masa panen padi, dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada bulan Maret hingga Mei. Meski stok beras Bulog saat ini tergolong besar dan tersebar di berbagai gudang di seluruh Indonesia, Bulog tetap berkomitmen menyerap gabah dan beras produksi petani.
“Stok Bulog hari ini memang cukup banyak, namun tidak perlu khawatir. Kami tetap menyerap gabah dan beras hasil produksi petani,” tegasnya.
Setyanto menambahkan, stok beras yang dimiliki Bulog akan dikelola sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang peruntukannya antara lain untuk Bantuan Pangan (Banpang), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan penanggulangan bencana alam.
Selain beras, Bulog juga menyatakan kesiapan menyerap jagung produksi dalam negeri dalam bentuk Jagung Pipil Kering (JPK) untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Sesuai ketentuan pemerintah, JPK dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram di depan gudang Bulog, dengan persyaratan kualitas kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppB.
“Jagung pipil kering ini nantinya akan menjadi Cadangan Jagung Pemerintah yang diperuntukkan bagi peternak telur mandiri,” jelas Setyanto.
Namun demikian, ia menyebutkan bahwa hingga saat ini Bulog belum menerima penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI untuk menyalurkan jagung tersebut.
Sementara itu, Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara saat ini telah memiliki stok jagung CJP sebanyak 1.550 ton yang merupakan hasil panen petani. Stok tersebut telah tersimpan di sejumlah gudang Bulog dan siap disalurkan sewaktu-waktu apabila pemerintah telah memberikan perintah penyaluran.(*)




Komentar