AMAN Sumut Apresiasi Indonesia Bergabung dalam Board of Peace (BOP)

RUBIS.ID, MEDAN — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sumatera Utara mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang resmi bergabung dalam Board of Peace (BOP) sebagai bagian dari upaya aktif memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya dalam penyelesaian konflik Palestina–Israel yang hingga kini masih berlangsung.

Situasi global saat ini dinilai masih diwarnai konflik berkepanjangan yang berdampak besar terhadap stabilitas internasional dan krisis kemanusiaan. Konflik Palestina–Israel menjadi salah satu isu utama yang menunjukkan bahwa penyelesaian tidak cukup hanya melalui kecaman moral, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif negara-negara yang memiliki komitmen kuat terhadap diplomasi perdamaian.

Dalam konteks tersebut, Indonesia secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan two-state solution. Komitmen itu kembali ditegaskan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September lalu, yang menempatkan Indonesia sebagai negara yang tidak hanya bersuara, tetapi juga siap terlibat langsung dalam arsitektur perdamaian global.

Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dinilai sebagai langkah strategis agar Indonesia berada di dalam proses dialog dan pengambilan keputusan internasional. BOP sendiri merupakan forum yang menghimpun sekitar 20 negara dari berbagai kawasan dunia, termasuk sekitar 13 negara mayoritas Muslim, yang memiliki kepentingan terhadap stabilitas dan perdamaian global.

Forum ini dibentuk sebagai ruang dialog strategis guna memperkuat komunikasi politik, membangun kesepahaman, serta mendorong solusi damai melalui diplomasi yang fleksibel dan terkoordinasi. BOP tidak dimaksudkan menggantikan lembaga internasional yang telah ada, melainkan melengkapi upaya global agar proses perdamaian berjalan lebih efektif.

Dalam konteks Palestina, BOP dipandang sebagai ruang penting untuk menjaga agar agenda perdamaian tetap berpijak pada prinsip keadilan, kedaulatan, dan hak menentukan nasib sendiri. Kehadiran Indonesia dinilai krusial agar perjuangan kemerdekaan Palestina tidak tereduksi menjadi agenda sepihak yang mengabaikan substansi penjajahan.

Koordinator Wilayah AMAN Sumatera Utara, Farhan Tamimi Mumtaza, menilai keikutsertaan Indonesia dalam BOP menjadi langkah penting di tengah munculnya berbagai wacana kontroversial seperti konsep New Gaza yang berpotensi menggeser arah perdamaian ke pendekatan teknokratis dan kepentingan politik tertentu.

“Kami mengapresiasi keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace. Langkah ini strategis agar Indonesia tidak berada di luar dinamika global, melainkan hadir langsung untuk memastikan setiap inisiatif perdamaian tetap sejalan dengan prinsip two-state solution dan aspirasi rakyat Palestina,” ujar Farhan.

Ia juga mengutip pernyataan Staf Khusus KSP, Saddam Al Jihad, yang menyebut keikutsertaan Indonesia dalam ruang diplomasi tersebut sebagai langkah tepat untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari dalam forum internasional.

“Keikutsertaan Indonesia dalam diplomatic sphere ini merupakan langkah yang tepat. Indonesia dapat menjadi penyeimbang di dalam BOP, terlepas dari berbagai kepentingan politik global yang menyertainya,” ujar Saddam sebagaimana dikutip Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menegaskan bahwa keputusan Presiden Republik Indonesia untuk bergabung dalam BOP sejalan dengan amanat Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945, yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

“Dengan demikian, keterlibatan Indonesia dalam BOP bukan sekadar kebijakan luar negeri, melainkan wujud tanggung jawab konstitusional bangsa Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, AMAN Sumut berharap Indonesia mampu memainkan peran strategis sebagai penyeimbang dan penjaga stabilitas di tengah negara-negara anggota BOP.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengawal peran Indonesia dalam Board of Peace agar tetap konsisten dengan cita-cita konstitusi, nilai kemanusiaan, serta perjuangan mewujudkan perdamaian yang adil dan bermartabat bagi masyarakat Palestina,” tutup Farhan.(*)

Komentar

Loading...