Tambang Ilegal Kian Menggila di Batang Natal, APH Dinilai Bungkam – Inisial PD dan OC Disebut Bebas Beroperasi
RUBIS.ID, MADINA – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan. Meski sebelumnya penertiban PETI di Kecamatan Kotanopan sempat mendapat apresiasi publik, praktik tambang ilegal kini diduga kembali marak di sejumlah titik wilayah Batang Natal.
Beberapa bulan lalu, langkah penutupan PETI di Kotanopan oleh jajaran Polres Madina bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mandailing Natal menuai dukungan masyarakat. Namun, apresiasi tersebut dinilai hanya sesaat. Aktivitas tambang ilegal disebut kembali muncul di wilayah lain, meski telah dipasang spanduk larangan dan imbauan penghentian kegiatan.
Bahkan, imbauan penghentian PETI dari Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, dinilai sebagian warga hanya bersifat seremonial tanpa penindakan nyata di lapangan.
Sebar di Sejumlah Titik
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas PETI di Kecamatan Batang Natal tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Tombang Kaluang, Jambur Torop, Ampung Padang, Ampung Siala, hingga kawasan Aek Nabara.
Seorang warga Batang Natal yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ilegal sebenarnya masih berlangsung sejak lama.
“Setelah ada penangkapan dan penghentian dulu, PETI masih tetap beroperasi, hanya saja sembunyi-sembunyi,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).
Ia menambahkan, kondisi semakin memprihatinkan karena sebagian aktivitas diduga berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Kawasan konservasi tersebut seharusnya steril dari aktivitas pertambangan.
“Di Aek Nabara itu sudah masuk kawasan TNBG, tapi tetap saja digarap. Bahkan di Batang Natal yang berada di pinggir jalan protokol juga ada,” ungkapnya.
Menurut sumber tersebut, terdapat belasan unit alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Hasil Investigasi Lapangan
Tim media yang melakukan penelusuran ke lapangan mendapati adanya kumpulan alat berat serta lokasi pengolahan emas yang diduga aktif beroperasi. Kondisi Sungai Batang Natal yang keruh disebut menjadi salah satu indikator masih berlangsungnya aktivitas PETI.
Sejumlah nama warga lokal disebut-sebut terlibat dalam praktik tersebut, termasuk berinisial OC dan PD. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang disebut.
Beberapa oknum yang diduga terlibat telah dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat, namun tidak memberikan jawaban. Bahkan, sebagian memilih memblokir nomor wartawan.
Kapolsek Belum Beri Tanggapan
Konfirmasi juga telah dilayangkan kepada Kapolsek Batang Natal melalui pesan WhatsApp terkait aktivitas PETI di wilayah hukumnya. Namun, hingga beberapa hari setelah pesan dikirim, belum ada tanggapan.
Sikap diam tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Warga berharap aparat penegak hukum (APH) bertindak tegas dan transparan dalam menangani dugaan tambang ilegal yang dinilai semakin menjamur.
Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal yang sebelumnya dikonfirmasi tim media terkait praktik PETI menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan pengecekan ke lapangan.
Tim media menyatakan akan terus melakukan pendalaman dan investigasi, termasuk berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara, guna memastikan penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya serta mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas di Batang Natal.(*)




Komentar