345 Armada Kapal PT Pertamina (Persero) Jaga Pasokan Energi hingga Wilayah 3T

RUBIS.ID, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi armada kapal di tengah dinamika dan tantangan geopolitik global. Jalur distribusi maritim dinilai menjadi tulang punggung penyaluran energi, khususnya bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Salah satu bukti nyata peran strategis tersebut terlihat dari keberhasilan kapal pengangkut LPG MT Gas Attaka yang sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal ini membawa sekitar 1.700 metrik ton LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, kapal LPG Gas Ambalat juga berhasil sandar di Kalbut, Situbondo, Jawa Timur, guna menyuplai kebutuhan LPG di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa distribusi energi melalui jalur laut menjadi elemen vital dalam menjaga pasokan energi nasional tetap stabil.

“Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen memastikan distribusi energi berjalan lancar. Kapal-kapal kami terus bergerak mengantarkan energi ke seluruh pelosok negeri,” ujarnya melalui press rilis, Senin (13/4).

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik milik sendiri maupun sewaan (chartered). Armada tersebut terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal crude, 4 kapal petrokimia, serta 43 kapal pengangkut LPG.

Distribusi ini menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk 57 daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Operasional kapal dilakukan secara nonstop selama 24 jam oleh awak kapal yang bekerja secara bergantian. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi tetap aman dan tepat waktu, meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem serta kondisi geografis kepulauan.

Dalam menghadapi situasi global, Pertamina juga terus memperkuat seluruh lini bisnisnya, mulai dari peningkatan produksi hulu migas, optimalisasi pengolahan di kilang, hingga memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Tak hanya itu, Pertamina juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Upaya ini termasuk mendukung penindakan terhadap oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

Pertamina turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat berwenang atau Pertamina Contact Center 135.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen pada transisi energi, Pertamina juga terus mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong implementasi prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam seluruh operasionalnya.(*)

Komentar

Loading...