PIS dan PGN Perkuat Sinergi, Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon
Teks foto: Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terkait pengembangan infrastruktur dan transportasi maritim energi rendah karbon di Jakarta.(Dok.PGN)
RUBIS.ID, JAKARTA – Langkah strategis menuju masa depan energi rendah emisi kembali ditunjukkan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Kedua subholding dalam Pertamina Group ini resmi menjalin kerja sama untuk membangun ekosistem maritim berbasis energi rendah karbon.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencakup pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur, serta pengembangan moda transportasi maritim untuk berbagai produk energi rendah karbon. Di antaranya meliputi pengangkutan LNG, amonia, hidrogen, dan komoditas energi bersih lainnya.
MoU ditandatangani oleh Direktur Utama PIS, Surya Tri Harto dan Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto pada Jumat pekan lalu, disaksikan jajaran manajemen dari kedua perusahaan.
Surya Tri Harto menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada kepentingan masing-masing entitas, melainkan untuk menciptakan nilai optimal bagi Pertamina Group secara keseluruhan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan infrastruktur transportasi gas, termasuk fasilitas terapung (floating), serta kajian opsi investasi guna meminimalkan risiko fluktuasi harga pasar dalam jangka panjang.
“Kerja sama ini bertujuan menciptakan nilai optimal bagi Pertamina Group melalui penguatan infrastruktur dan strategi investasi yang berkelanjutan,” ujarnya melalui press rilis yang diterima wartawan, Jumat (17/4).
Sementara itu, Arief Kurnia Risdianto menyebut kolaborasi ini merupakan pengembangan dari kerja sama yang telah berjalan sebelumnya. Sejak 2024, PIS telah melayani 17 pengangkutan LNG untuk PGN menuju FSRU Lampung dan Jawa Barat, serta Terminal Arun melalui skema spot charter.
Menurut Arief, kerja sama yang kini diperluas mencakup pengembangan kepemilikan, pembangunan, hingga pengelolaan sektor midstream dan downstream gas. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi era LNG, di mana permintaan diproyeksikan terus meningkat.
“Ke depan, kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memiliki peran dalam kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur energi tersebut,” jelasnya.
Adapun ruang lingkup kerja sama ke depan meliputi penguatan armada, pengembangan pengangkutan, serta eksplorasi peluang pada komoditas energi rendah karbon beserta infrastruktur pendukungnya. Kedua pihak juga akan membentuk tim kerja guna menjajaki proyek konkret dan skema kerja sama jangka panjang.
Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat peran Pertamina Group dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menghadirkan solusi energi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.(*)

Komentar