OJK Sumut Gaspol Literasi Keuangan: 73 Kegiatan Digelar, Publik Didorong Lawan Kejahatan Digital
RUBIS.ID, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara tancap gas memperkuat literasi dan inklusi keuangan. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, sebanyak 73 kegiatan telah digelar sebagai langkah konkret membentengi masyarakat dari maraknya kejahatan keuangan digital.
Kepala OJK Sumut, Khoirul Muttaqien, menegaskan program tersebut bukan sekadar edukasi biasa, melainkan strategi serius meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor keuangan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Media Gathering: Sinergi OJK dan Media dalam Mendorong Ekosistem Keuangan yang Sehat, Transparan, dan Inklusif di Batam, Kamis (30/4).
“Sebanyak 73 kegiatan telah menjangkau 5.865 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, prajurit TNI, pelajar, hingga penyandang disabilitas,” tegasnya.
Khoirul menekankan, materi literasi kini diperluas dan lebih tajam. Tidak hanya mengenalkan produk keuangan, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan melindungi diri dari ancaman digital seperti phishing, investasi ilegal, hingga pinjaman online ilegal.
Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan adalah fondasi pembangunan daerah yang tidak bisa ditawar. Dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, hingga pengurangan kesenjangan.
“Di tengah pesatnya digitalisasi, risiko juga ikut meningkat. Masyarakat tidak boleh lengah—harus cerdas dan waspada,” ujarnya.
OJK juga mengingatkan pentingnya prinsip 2L: legal dan logis sebelum menggunakan layanan keuangan. Masyarakat diminta aktif memverifikasi legalitas lembaga melalui kanal resmi OJK agar tidak terjebak praktik ilegal.
Dengan intensitas edukasi yang terus diperkuat, OJK Sumut menegaskan komitmennya: memperluas akses keuangan sekaligus menutup rapat ruang gerak pelaku kejahatan finansial di era digital.(*)

Komentar