MAPEL Bersama Masyarakat dan Mahasiswa Geruduk Kantor Bupati Deliserdang

RUBIS.ID, DELISERDANG - Massa aksi unjuk rasa dari MAPEL bersama masyarakat dan mahasiswa geruduk kantor Bupati Deliserdang pada Rabu, 04 Oktober 2023. Aksi unjuk rasa yang digelar bertujuan untuk mensikapi dugaan pemalsuan data pada dokumen perizinan proyek pembangunan gedung dan stockyard milik PT. Astra International,Tbk - Auto 2000 di Dusun 2 dan Dusun 3, Desa Wonosari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Propinsi Sumatera Utara.

Masa yang melakukan aksi unjuk rasa diterima di kantor Bupati Deliserdang guna membahas tuntutan terkait legalitas pembangunan Proyek milik PT.Astra International,Tbk di Desa Wonosari Kec.Tanjung Morawa, tersebut. Turut hadir mewakili Pemkab Deli Serdang dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Cipta karya dan Dinas Penanaman Modal PTSP yang mana Rapat dipimpin oleh Haris Pohan, selaku Bidang Hukum dan Penegekan perundang-undangan Pemkab Deli Serdang.

Masa aksi menanyakan tentang seluruh izin dan upaya yang di lakukan pemerintah Kabupaten Deli Serdang proyek milik PT. Astra International,Tbk., tersebut. Sebab sejak bulan Mei 2023 lalu, Yayasan Mapel Indonesia sudah memepertanyakan dan mensomasi PT. Astra International,Tbk dan PT. Dinamika Firindo Nusantara terkait legalitas pelaksanaan proyek tersebut dan menyurati Bupati Deli Serdang pada April 2023 lalu, namun tidak membuahkan hasil positif.

Dalam proses rapat berlangsung ditemukan kejanggalan terkait SURAT KEPUTUSAN
DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN DELI SERDANG
NOMOR:551/(23O/PHR/2023) tentang AMDAL,ANDALALIN yang dimana lokasi alamat proyek tertulis di Jl.BLK III dan BLK II Desa Dagang Kerawang tidak sesuai dengan lokasi proyek sebenarnya yang terletak di Desa Wonosari Kec.Tanjung Morawa.

Yayasan Mapel Indonesia menanyakan bagaimana Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Kadis Perhubungan Deli Serdang Suryadi Aritonang, S.Sos, M.Si pada tanggal 14 Juli 2023 tersebut bisa keluar PBG sementara alamat lokasi proyek yang berbeda. Dalam hal ini Yayasan Mapel Indonesia akan menempuh jalur hukum.

Pemkab Deliserdang berjanji akan mengevaluasi dan apabila tidak memenuhi syarat dan ketentuan serta aturan yang berlaku maka akan mencabut kembali izin yang telah di keluarkan.

Dari Kantor Bupati Deliserdang, massa melanjutkan aksi unjuk rasa di lokasi proyek menuntut agar saluran irigasi yang dirusak harus segera di perbaiki agar tidak menyebabkan banjir dan abu dari material tanah timbun yang berserakan di jalan yang sangat mengganggu kenyamanan masyarakat berkendara.

Ketika masa sedang menyampaikan orasinya, sejumlah oknum berseragam TNI yang diduga merupakan personil dari Koramil Galang yang menggunakan kendaraan mobil dengan branding tulisan Kodim 02/04 DS memaksa truck yang membawa material tanah timbun yang diduga dari lokasi galian C ilegal untuk masuk ke lokasi proyek dan bertindak represif serta mengintimidasi masa aksi sehingga mengakibatkan chaos.

Sekertaris umum Yayasan Mapel Indonesia sangat menyayangkan hal itu terjadi, dimana Kec.Tanjung Morawa bukan masuk wilayah Kodim 02/04 Deli Serdang melainkam Wilayah Kodim 01/02 Medan.

Semua oknum TNI itu terlihat di pimpin oleh Saudara Sudirno yang diketahui berpangkat Kapten Kav. Para oknum TNI tersebut ada di lokasi lengkap dengan menggunakan pakaian seragam.

Oleh karena itu, kami meminta kepada Bapak Pangdam I BB untuk turun tangan memberikan sanksi kepada oknum yang telah menyalahi tupoksi dan wewenangnya. Beberapa waktu lalu, Yayasan MAPEL Indonesia turut juga hadir dalam kegiatan Apel Siaga kesiapan Gotong Royong Sungai Deli - Kolaborasi Pemko Medan bersama TNI AD yang dihadiri langsung oleh KASAD di Lapangan Benteng - Medan.(Arie)

Komentar

Loading...