Kasus Pelecehan Pemilik Ponpes Terhadap Santriwatinya Berujung Damai, Polisi Bebaskan Pelaku

RUBIS.ID, LANGKAT - Kasus pemilik pondok pesantren (Ponpes), berinisial K (38), yang melecehkan santriwatinya berakhir damai.

Dikabarkan, orang tua korban telah mengajukan restorative justice (RJ) terkait kasus tersebut.

Kasi Humas Polres Langkat AKP Yudianto mengatakan orang tua korban telah mengajukan RJ, dari situlah kedua belah pihak telah berdamai.

Proses perdamaian yang diajukan orang tua korban ini berdampak pada proses hukum yang sebelumnya sudah dijalani oleh K (pelaku).

Pelaku sempat ditahan usai ditetapkan tersangka, namu kini ia telah menghirup udara segar (bebas).

Sebelum K telah ditetapkan menjadi tersangka kasus pelecehan seksual, ditangkap sejak Selasa (17/10/2023) dan dijerat dengan UU Perlindungan Anak.

Pelaku yang dikenakan UU Perlindungan Anak pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling tinggi 15 tahun.

Disangkakan dengan UU Perlindungan Anak pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E. Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling tinggi 15 tahun.

Untuk diketahui, korban yang berinisial NW (14) masih duduk di bangku SMP, mengalami pelecehan seksual pada Minggu (20/8/2023) di pesantren milik pelaku.

Pelaku diduga meraba beberapa bagian tubuh korban, seperti kaki, tangan, dan betis.

Mendemgat hal tersebut, orang tua korban membuat laporan ke Polres Langkat dengan nomor laporan: LP/B/466/IX/2023/SPKT/POLRES LANGKAT/POLDA SUMATERA UTARA, pada 5 September 2023.(HND)

Komentar

Loading...