Untuk Mengembangkan Potensi Kopi Sumatera Utara, BI Inisiasi Klaster Kopi Gapoktan Berkarya di Dairi

RUBIS.ID, DAIRI - Bank Indonesia sebagai pelaksanaan tugasnya turut mendorong UMKM yang produktif, kompetitif, dan berdaya saing. Salah satunya mewujudkan Local Economic Development melalui pembentukan klaster unggulan daerah baik di bidang tanaman pangan, hortikultura, maupun peternakan.

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS, pada tahun 2022 produksi kopi di Sumatera Utara mencapai 71.588 ton, atau sekitar 26,72 persen dari total produksi kopi nasional.

Beberapa potensi lainnya dari Kopi Sumut ini antara lain: Kualitas kopi yang tinggi, salah satunya dari Kabupaten Dairi yaitu kopi Sidikalang. Kemudian, Kondisi geografis yang mendukung, tanah yang subur, iklim yang tropis, dan ketinggian yang ideal untuk tanaman kopi. Selanjutnya, Potensi pasar yang besar, dimana tren permintaan kopi di dunia terus meningkat.

Untuk mengembangkan potensi kopi Sumatera Utara tersebut, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut) melakukan pendampingan secara intensif kepada klaster kopi Gapoktan Berkarya sejak November 2021.

Program pengembangan dilakukan secara bertahap dan multiyears dari 2021-2026. Dari sisi hulu ke hilir serta bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah.

“Harapan ke depannya kelompok tani mampu naik kelas menjadi klaster yang mandiri dan dapat bermanfaat bagi kelompok tani lainnya,” kata Kepala BI Sumut, IGP Wira Kusuma saat memberikan kata sambutannya pada Panen Perdana Demonstration Plot (Demplot) Klaster Kopi Gapoktan Berkarya di Kabupaten Dairi, Jum’at (1/12/2023).

Disamping itu, IGP Wira Kusuma menjelaskan bahwa Gapoktan Berkarya merupakan kelompok yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bersama Pemkab Dairi. Gapoktan ini juga merupakan gabungan dari 3 Kelompok Petani kopi (Poktan) yaitu Poktan Dos Roha Nauli Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Poktan Marsitalupan Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, dan KWT Aloi Desa Kentara, Kecamatan Lae Parira.

Dalam sambutannya, IGP Wira Kusuma menjabarkan beberapa upaya pengembangan yang telah dilakukan BI Sumut. Upaya-upaya itu adalah dengan melakukan pelatihan dan Demplot 2 Ha budidaya Good Agriculture Practice (GAP) kopi yang berada di 3 area dengan varietas Arabika Komasti dan Robusta Sidikalang yang berlokasi di Desa Kentara 1 Ha bibit Robusta, Desa Perjuangan 0,5 Ha bibit Arabica, serta Desa Dolok Tolong 0,5 Ha bibit Arabica.

Selain itu, dengan memfasilitasi dalam bentuk pemberian saprodi bibit, pupuk, dan pestisida. Kemudian melakukan pelatihan dan pendampingan program pembibitan kopi di 2 lokasi yaitu Desa Dolok Tolong dan Desa Perjuangan, serta bantuan benih kopi varietas komasti dari Puslitkoka Jember.

Selanjutnya melakukan pelatihan produksi dan pengolahan pupuk organik. Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa alat pengupas buah kopi (pulper) dan huller. Pendampingan intensif juga dilakukan sejak April 2022 dari Klaster Kopi Sinergi Fajar Harapan binaan Bank Indonesia Sumatera Utara.

“Ke depan program akan diarahkan untuk penguatan pemasaran, kerjasama antar instansi, dan hilirisasi. Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan potensi kopi Sumatera Utara khususnya Dairi dapat terus dikembangkan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah khususnya meningkatkan ekonomi petani,” ungkap IGP Wira Kusuma.

Dikatakannya bahwa BI berharap program demplot menggunakan Good Agricultural Practices (GAP) yang telah berjalan ini dapat menjadi contoh yang dapat direplikasi di seluruh lahan kopi milik Gapoktan Berkarya sekitar 15 Ha.

“Melalui pendampingan multiyears ini, kami juga berharap Gapoktan Berkarya tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanam namun juga dapat tumbuh menjadi klaster champion yang melahirkan para petani pakar yang menjadi rujukan bagi para petani lainnya,” harapnya.

Di akhir sambutannya, IGP Wira Kusuma menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama yang baik dari tenaga pendamping, yakni Klaster Kopi Sinergi Fajar Harapan, serta dukungan dari Bupati Dairi, Dinas Pertanian serta Dinas terkait lainnya di Kabupaten Dairi dalam upaya peningkatan nilai tambah komoditas kopi di Sumut khususnya Kabupaten Dairi.

“Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dan mereplikasi program ini, peningkatan nilai ekonomi dari komoditas kopi Sumatera Utara menjadi lebih cepat dan mampu mewujudkan kesejahteraan petani,” jelasnya. (IL)

Komentar

Loading...