BSI dan Al-Azhar Mesir Satukan Visi untuk Ekosistem Islam yang Berkelanjutan di BSI International Expo

RUBIS.ID, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pengembangan ekosistem Islam di sektor pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan Al-Azhar Cairo Mesir.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui penyelenggaraan seminar internasional yang disampaikan oleh HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, Vice Grand Sheikh of University Al Azhar Cairo, Mesir. Mengusung tema "Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem", seminar tersebut digelar dalam rangka BSI International Expo 2024 yang berlangsung Kamis (20/6). Seminar ini juga dihadiri oleh Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi dan Komisaris Utama BSI Muliaman D. Hadad.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, menegaskan bahwa seminar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama tentang pentingnya kolaborasi dalam ekosistem Islam. Dengan menghadirkan pemikiran dari HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, BSI berharap dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem Islam yang holistik dan tangguh.

“Harapannya melalui seminar ini dapat membangun jaringan dan komunitas kolaboratif antar berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem Islam termasuk sosial, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Selain itu merumuskan kerangka kerja kolaboratif yang efektif untuk membangun ekosistem Islam yang kuat dan tangguh,” ujar Hery., Jumat (21/6/2024).

Menurut Hery, BSI berkomitmen untuk berperan aktif dalam memajukan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. BSI, lanjut Hery, sangat sangat fokus dalam upayanya memajukan infrastruktur pendidikan di Indonesia. Hal ini sebagai perwujudan pemenuhan salah satu amanat UUD 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Perhatian kami dalam dunia pendidikan sangat erat kaitannya dengan mutu/kualitas kolaborasi yang akan dibangun antar seluruh lapisan/elemen instansi maupun individual. Dan pada kesempatan kali ini tentunya kita akan sangat diberi kemewahan untuk berkolaborasi dengan HE. Prof. Dr. Mohamed Abdel Rahman Al-Duweiny Vice Grand Sheikh Al – Azhar dalam berdiskusi dan membahas tema yang isinya juga tentang kolaborasi. Secara khusus untuk memajukan Holistic Islamic Ecosystem yang sangat erat kaitannya dengan hal-hal yang selalu BSI lakukan kepada Nasabah dan Stakeholder BSI,” papar Hery.

Hingga Mei 2024, BSI telah memberikan fasilitas pembiayaan pada sektor jasa pendidikan (baik pendidikan tinggi, dasar dan menengah) sebesar Rp4,61 triliun, dengan porsi sekitar 1,87% dari total pembiayaan yang disalurkan. Secara pertumbuhan angka tersebut meningkat 3,34 persen (year to date) sejak Desember 2023.

“Ini terus menjadi salah satu upaya kami dalam memajukan kehidupan bangsa melalui peningkatan infrastruktur pendidikan. Karena sama-sama kita ketahui bahwa pendidikan adalah hal yang krusial dalam meningkatkan SDM Indonesia, menjadi SDM yang handal dan berkualitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hery Gunardi juga memperkenalkan profil HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, yang menjabat sebagai Vice Grand Sheikh of University Al Azhar. Beliau bertanggung jawab atas urusan agama dan pendidikan di Mesir, mirip dengan peran Menteri Koordinator di Indonesia, dan mewakili Grand Sheikh dalam urusan Universitas Al Azhar dan Sekolah Al Azhar.

"Kami sangat beruntung bisa mendapatkan pandangan dan pengetahuan dari beliau dalam seminar ini," ujar Hery.

Dalam pemaparannya, HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem Islam yang holistik. Menurutnya standar syariah tidak hanya terbatas pada apa yang halal dan haram dalam Islam saja. Lebih dari itu, Standar ini mencakup pemenuhan persyaratan keamanan pangan dan semua yang berbahaya bagi kesehatan manusia, termasuk dalam proses produksi, penyimpanan, dan distribusi hingga ke konsumen.

“Oleh karena itu, diperlukan adanya sinergi antara standar syariah dan teknis untuk menunjukkan bahwa syariah mencakup segalanya dan sekaligus mengangkat pentingnya standar teknis ilmiah,” ujar Prof. Dr. Al-Duweiny.

Dirinya juga menyampaikan bila industri halal sebagai pasar yang menjanjikan dapat berkontribusi secara signifikan dalam mencapai keberlanjutan ekonomi. Apalagi keberlanjutan ekonomi sejalan dengan standar dan industri halal, yaitu untuk mencapai pembangunan ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan secara bijaksana yang ada saat ini, tanpa mengurangi hak generasi mendatang dalam Pembangunan. Artinya, ajaran Islam menghindarkan masyarakat dari banyak masalah, karena nilai-nilai dan etika Islam adalah jaminan nyata untuk membangun Masyarakat yang stabil secara ekonomi, maju dalam peradaban, dan berintegritas moral.

Prof. Dr. Al-Duweiny menyampaikan di tengah kondisi dunia saat ini yang mengalami banyak tantangan ekonomi yang mempengaruhi stabilitas sosial dan kesejahteraan Masyarakat, industry halal dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah ini dengan beberapa cara antara lain mendorong investasi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas produk dengan ketat, apalagi produk-produk yang dihasilkan oleh industri halal memiliki kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sehat bagi konsumen. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar bagi produk halal.

“Selanjutnya adalah meningkatkan keadilan ekonomi, dengan mengikuti prinsip-prinsip syariah, industri halal memastikan bahwa transaksi ekonomi dilakukan secara adil dan transparan, yang akan mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan keadilan sosial. Terakhir adalah mendorong inovasi. Industri halal dapat mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, kesehatan, dan pendidikan, yang akan membantu menciptakan solusi baru untuk tantangan ekonomi dan sosial,” tutupnya.

Seminar Internasional tentang “Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem” dihadiri setidaknya 300 peserta dari berbagai latar belakang. Dengan dukungan dan keterlibatan yang luas, BSI optimis seminar ini dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap ekosistem Islam di dunia pendidikan.(rel/jae)

Komentar

Loading...