Pertamina Patra Niaga Perluas Ekosistem SAF dari Minyak Jelantah, Libatkan Masyarakat Lewat MyPertamina

RUBIS.ID, JAKARTA – Dalam upaya mempercepat transisi menuju energi bersih dan rendah emisi, Pertamina Patra Niaga resmi memperluas ekosistem penyediaan feedstock untuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang berbasis pada minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO). Inisiatif ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui program pengumpulan minyak jelantah yang terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa Pertamina Patra Niaga memiliki peran strategis dalam ekosistem SAF, yakni sebagai penyedia feedstock melalui dua jalur utama: pengumpulan minyak jelantah rumah tangga lewat jaringan ritel dan melalui kemitraan kolektif dengan pelaku industri atau asosiasi.

“Melalui jalur ritel, kami sudah mulai mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga di 10 titik pengumpulan seperti SPBU. Ke depan, titik ini akan ditambah menjadi 35 lokasi agar masyarakat lebih mudah berpartisipasi. Sementara jalur kemitraan akan difokuskan pada kolaborasi dengan asosiasi atau pelaku usaha,” ungkap Mars Ega.

Sejak diluncurkan pada Desember 2024, program ini telah berhasil mengumpulkan lebih dari 86 ribu liter minyak jelantah dari rumah tangga, dengan partisipasi 2.443 warga di berbagai lokasi.

Adapun lokasi pengumpulan saat ini meliputi SPBU COCO MT Haryono, SPBU COCO Kalimalang, RS Pelni, RS Pusat Pertamina, Kantor Pertamina Patra Niaga, SPBU COCO BSD City, SPBU COCO Dago Bandung, SPBU COCO Semarang, Pertamina Coop Mart Plaju, dan Sport Centre Plaju.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga juga akan mengoptimalkan jaringan internal Pertamina Group seperti IHC, Patra Jasa, serta program pemberdayaan masyarakat, untuk memperluas titik-titik pengumpulan minyak jelantah secara nasional.

“Pendekatan ini bukan hanya soal pengumpulan limbah, tapi membangun ekosistem energi yang berkelanjutan. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah kini dapat diubah menjadi bahan bakar penerbangan rendah emisi. Ini adalah bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular yang menguntungkan masyarakat dan lingkungan,” tambah Mars Ega.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung target net zero emission 2060 dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini usaha.(*)

Komentar

Loading...