1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Nasional
  5. News

Electricity Connect 2025 Siap Digelar, Perkuat Ketahanan dan Kedaulatan Energi Nasional

Oleh ,

Peluncuran Electricity Connect 2025 di Jakarta menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.(Dok.PLN/ist)

RUBIS.ID, JAKARTA – Forum ketenagalistrikan berskala global Electricity Connect 2025 akan diselenggarakan pada 19–21 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Ajang yang diinisiasi oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) ini mengusung tema “Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty”, sebagai wadah kolaborasi regulator, pelaku industri, dan inovator untuk memperkuat ketahanan energi serta mempercepat transisi menuju sistem energi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-80, yang akan menghadirkan forum diskusi, pameran teknologi, serta peluang kemitraan dan investasi lintas sektor — mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga digitalisasi sistem ketenagalistrikan.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, menegaskan bahwa sektor ketenagalistrikan memegang peran vital tidak hanya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai fondasi kemandirian bangsa di tengah tantangan perubahan iklim dan geopolitik global.

“Saya percaya Electricity Connect 2025 akan menjadi forum yang sangat berharga bagi kita semua. Dari sini diharapkan lahir ide-ide, pengalaman, dan kolaborasi yang membawa Indonesia semakin dekat pada cita-cita bangsa, yaitu berdaulat energi dan tangguh menghadapi tantangan global,” ujar Wanhar dalam peluncuran Electricity Connect 2025 di Jakarta, Selasa (7/10).

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan peta jalan transisi energi melalui Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), dengan target porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 21% pada 2030, meningkat menjadi 41% pada 2040, dan mencapai 74% pada 2060.

“Transisi energi bukan hanya mengganti sumber energi, tetapi juga mewujudkan ketahanan dan kedaulatan bangsa. Ketahanan berarti memastikan pasokan listrik cukup dan andal, sedangkan kedaulatan berarti menguasai sumber daya dan teknologi agar tidak bergantung pada pihak lain,” tegasnya.

Mewakili Direktur Utama PLN, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Electricity Connect 2025.

“Kami dukung penuh hadirnya Electricity Connect tahun ini. Program transisi energi yang kita persiapkan harus segera diimplementasikan agar manfaatnya nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Suroso menjelaskan, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menjadi bukti komitmen PLN mendorong energi hijau. Dalam kurun sepuluh tahun ke depan, Indonesia memerlukan tambahan kapasitas pembangkit sekitar 69,5 gigawatt (GW), di mana 76% di antaranya bersumber dari energi terbarukan.

“RUPTL ini akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. Namun untuk mencapainya, kita harus co-invest, co-innovate, co-secure energy demi memastikan ketahanan dan kedaulatan energi bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I MKI, Chairani Rachmatullah, menegaskan bahwa Electricity Connect 2025 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperlihatkan visi besar dalam membangun sistem ketenagalistrikan yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global.

“Indonesia tidak lagi sekadar beradaptasi terhadap transisi energi global, tetapi menjadi arsitek masa depan energi kawasan dengan energy resilience sebagai fondasi kokoh bagi kedaulatan nasional,” ujarnya.

Ketua Panitia Electricity Connect 2025 sekaligus Sekretaris Jenderal MKI, Arsyadany G. Akmalaputri, menambahkan bahwa forum ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan energi untuk memperkuat arah kebijakan energi nasional.

“Kami mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam RUPTL 2025–2034 yang disebut sebagai RUPTL paling hijau. Momentum ini harus dijaga agar ekosistem industri energi nasional semakin mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Arsyadany optimistis, Electricity Connect 2025 akan membuka peluang kolaborasi baru dan inovasi lintas sektor, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional.

“Forum ini menjadi kesempatan untuk berbagi wawasan, membangun kemitraan, dan memperkuat transisi energi baru terbarukan di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara,” tutupnya.(*)

Baca Juga