Defri Noval Pasaribu Sesalkan Salah Tangkap Ketua DPW NasDem Sumut: “Hukum Harus Melindungi Rakyat, Bukan Menakuti”

Ketua Garda Pemuda NasDem Sumatera Utara sekaligus Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai NasDem, Defri Noval Pasaribu.(Foto: Tim/ ist)

RUBIS.ID, MEDAN — Ketua Garda Pemuda NasDem Sumatera Utara sekaligus Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai NasDem, Defri Noval Pasaribu, menyesalkan tindakan oknum personel Polrestabes Medan yang diduga melakukan salah tangkap terhadap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, di Bandara Kualanamu pada Rabu sore (15/10/2025).

Defri menyebut tindakan salah tangkap tersebut bukan hanya kesalahan prosedural, tetapi juga bentuk ketidakadilan yang mencederai kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

“Tindakan salah tangkap bukan hanya kesalahan prosedural, tapi juga bentuk ketidakadilan yang mencederai kepercayaan publik. Aparat penegak hukum harus bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi terbuka. Jangan biarkan kesalahan seperti ini menjadi kebiasaan. Hukum seharusnya melindungi rakyat, bukan menakuti mereka,” tegas Defri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/10/2025).

Ia menjelaskan, Iskandar ST dikenal sebagai tokoh politik yang santun dan bersih dari persoalan hukum. Namun, peristiwa memalukan di Bandara Kualanamu itu terjadi karena dugaan kekeliruan identitas.

“Inilah bentuk nyata ketidakprofesionalan oknum Polrestabes Medan. Karena kesamaan nama, tanpa verifikasi lebih lanjut seperti pemeriksaan foto atau KTP, mereka secara gegabah memaksa Ketua DPW kami turun dari pesawat saat hendak terbang ke Jakarta,” ujar Defri.

Politikus muda NasDem itu meminta aparat penegak hukum untuk menjalankan tugas sesuai prosedur serta menjunjung tinggi nilai profesionalisme dan hak asasi manusia.

Sementara itu, Iskandar ST membenarkan bahwa dirinya sempat diturunkan dari pesawat oleh petugas dengan alasan dicurigai sebagai pelaku judi online.

“Benar, saya sempat diminta turun oleh petugas. Katanya saya ini pelaku judi online. Padahal mereka hanya melihat kesamaan nama. Ini kan tidak profesional, masa main tangkap tanpa verifikasi,” ungkap Iskandar saat dikonfirmasi.

Iskandar menegaskan akan menempuh jalur hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakan sewenang-wenang tersebut.

“Saya akan melaporkan peristiwa ini agar ke depan tidak ada lagi masyarakat, apalagi tokoh publik, yang mengalami hal serupa,” tegasnya.(*)

Komentar

Loading...