Pelatihan Payet Dorong Kreativitas dan Pemberdayaan Masyarakat di Siantar Selatan
RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR – Dalam upaya meningkatkan kreativitas dan pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, menggelar Pelatihan Memayet yang dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bahagia bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yuni Phea. Kegiatan ini resmi dibuka pada Rabu (22/10/2025) pagi di kantor kelurahan setempat.
Kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn, yakni mewujudkan masyarakat yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Sekretaris Camat (Sekcam) Siantar Selatan Jeremia Pratama Sinaga, S.Sos., M.SP., yang mewakili Camat Henri Gunawan Purba, SH, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di tingkat kelurahan.
“Peningkatan SDM tidak boleh berhenti di sini. Ambil peluang yang lebih besar, manfaatkan media sosial untuk mengembangkan diri dan karya,” ujarnya.
Jeremia juga menyampaikan apresiasinya kepada LPK Yuni Phea yang dipercaya sebagai pelaksana pelatihan. Ia optimistis, 15 peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh hasil yang maksimal.
Sementara itu, Lurah Kristen Jalitus Januarius, S.STP., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bukti kepedulian Pemerintah Kota Pematangsiantar terhadap masyarakat melalui pembangunan manusia, tidak hanya fisik semata.
“Kami berharap peserta serius mengikuti pelatihan ini. Ini adalah investasi bagi diri sendiri. LPK Yuni Phea merupakan lembaga yang kredibel dan berpengalaman,” pesannya.
Penanggung jawab LPK Yuni Phea Andilo E. Siahaan, S.Hut., M.Si., mengatakan bahwa lembaga yang telah berdiri selama 15 tahun tersebut telah melaksanakan ratusan pelatihan di berbagai daerah.
“Kami berterima kasih kepada Pemko Pematangsiantar atas kepercayaannya kepada LPK Yuni Phea. Semoga pelatihan ini dapat melahirkan wirausahawan kreatif dan mandiri,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Pokmas Bahagia I. Lubis dalam laporannya menyebutkan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan memayet agar dapat menciptakan karya kerajinan tangan bernilai ekonomi.
“Kami berharap pelatihan ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga menjadi awal bagi peserta untuk membuka usaha mandiri dan menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.
Pelatihan ini akan berlangsung selama 15 hari, mulai 22 Oktober hingga 7 November 2025. Dalam pembukaan, panitia menyerahkan peralatan pelatihan kepada para peserta.
Turut hadir dalam acara tersebut Bhabinkamtibmas E. Siahaan, pengurus Pokmas Bahagia, para kepala lingkungan, RT, pengurus LPK Yuni Phea Juniar Hutapea, SE, serta para instruktur.(*)