Bulog Sumut: Penyerapan Gabah Capai 48 Ribu Ton Berkat Dukungan Babinsa dan Penyuluh

RUBIS.ID, MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menilai peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan penyuluh pertanian sangat vital dalam menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut. Kedua unsur ini disebut sebagai “pahlawan” yang turut mendorong upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian menuju swasembada pangan.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan bahwa Babinsa dan penyuluh pertanian menjadi ujung tombak dalam sosialisasi penyerapan gabah kering panen (GKP) di berbagai daerah di Sumatera Utara.

“Saat musim panen tiba, Babinsa dan penyuluh turun langsung ke lapangan untuk mengimbau para petani menjual gabah ke Bulog. Mereka juga menyampaikan informasi bahwa harga penyerapan Bulog untuk GKP sebesar Rp6.500 per kilogram,” ujar Budi di Medan, Senin (10/11).

Menurut Budi, keberadaan Babinsa dan penyuluh di setiap kecamatan mempercepat proses sosialisasi kepada para petani, sekaligus membantu Bulog memperoleh data akurat terkait potensi penyerapan di daerah.

“Babinsa dan penyuluh pertanian berperan penting dalam meningkatkan penyerapan GKP dari petani di Sumut. Ke depan kami optimistis penyerapan dapat terus meningkat,” tambahnya.

Hingga saat ini, Bulog Sumut mencatat realisasi penyerapan sebanyak 48.574 ton setara GKP atau 24.287 ton setara beras.

Selain gabah, kerja sama juga dilakukan dalam penyerapan jagung pipil kering (JPK). Budi menyebut Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) turut berperan aktif membantu Bulog dalam pengadaan jagung.

“Pengadaan jagung pipil kering oleh Bulog Sumut kini hampir mencapai 80 persen dari total pemasukan di gudang, berkat dukungan jajaran Polres dan Bhabinkamtibmas,” jelas Budi.

Bulog Sumut berharap sinergi dengan Babinsa, penyuluh pertanian, serta aparat kepolisian dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas pangan dan mendukung kemandirian pertanian di Sumatera Utara.(*)

Komentar

Loading...