Ratusan Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang Mengadu Sakit, Puskesmas Layani dengan Alat Seadanya
RUBIS.ID, ACEH TAMIANG – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang nyaris melumpuhkan seluruh wilayah yang dilalui luapan air. Kampung Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, menjadi salah satu kawasan terparah. Tak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas vital seperti kantor pemerintahan dan Puskesmas Tamiang Hulu ikut terendam banjir.
Pelaksana Harian (Plh) Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Tamiang Hulu, Winanda Ramadhani, mengungkapkan bahwa pascabanjir, jumlah warga yang datang berobat meningkat signifikan, meski pelayanan kesehatan masih dilakukan dengan keterbatasan sarana dan obat-obatan.
“Semua alat kesehatan dan obat-obatan terendam banjir. Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter. Saat ini kami memanfaatkan apa yang ada, dan alhamdulillah dibantu relawan,” kata Winanda.
Ia menjelaskan, Puskesmas Tamiang Hulu baru kembali beroperasi empat hari setelah banjir, tepatnya setelah air mulai surut. Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong bersama personel TNI-Polri serta para relawan sebelum pelayanan kesehatan kembali dibuka.
Menurut Winanda, hingga kini lebih dari 100 warga telah mendapatkan layanan pengobatan di puskesmas tersebut.
Pasien tidak hanya berasal dari Kecamatan Tamiang Hulu, tetapi juga dari wilayah terdampak lainnya seperti Kecamatan Kejuruan Muda dan Bandar Pusaka.
“Relawan kesehatan juga berencana membuka OK darurat. Penyakit berat yang banyak kami tangani itu selulitis dan DM (diabetes melitus) yang membutuhkan tindakan operasi kecil, terutama luka di bagian kaki,” jelasnya.
Namun demikian, Winanda mengakui pihaknya sangat membutuhkan bantuan alat medis dan obat-obatan baru agar pelayanan kesehatan dapat berjalan maksimal. Permohonan bantuan tersebut telah disampaikan secara lisan kepada pihak berwenang.
“Kami sempat disampaikan agar tetap fokus melayani masyarakat sesuai kebutuhan. Soal penyediaan alat dan obat-obatan, katanya akan diupayakan oleh pihak terkait,” ujarnya kepada rubis.id, Selasa (23/12).
Sementara itu, warga terdampak banjir juga masih menghadapi persoalan lain, terutama ketersediaan air bersih. Husin (58), warga Kampung Perkebunan Pulau Tiga, mengatakan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Tamiang belum normal karena Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tamiang Hulu ikut terendam banjir.
“Sekarang kami pakai air dari sumur bor. Untung listrik sudah hidup, jadi air bisa disedot. Tapi ini masih darurat,” ungkap Husin.
Warga berharap pemerintah daerah segera memulihkan fasilitas dasar, khususnya layanan kesehatan dan air bersih, agar kehidupan masyarakat pascabanjir dapat kembali normal. (*)




Komentar