Topang Stabilitas Ekonomi, KAI Sumut Distribusikan 683.957 Ton Komoditas Unggulan Sepanjang 2025

RUBIS.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif di sektor angkutan logistik sepanjang tahun 2025. Hingga akhir tahun, KAI Divre I Sumut berhasil mendistribusikan sebanyak 683.957 ton berbagai komoditas unggulan melalui moda transportasi kereta api.

Komoditas yang diangkut meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM), minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO), lateks, barang hantaran penumpang (BHP), peti kemas, serta berbagai jenis angkutan lainnya. Distribusi logistik berbasis rel ini dinilai berperan penting dalam menopang stabilitas ekonomi regional, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa pengalihan angkutan berat ke moda kereta api memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan infrastruktur jalan raya.

“Pengalihan angkutan berat ke kereta api mampu menjaga umur pakai jalan raya karena beban muatan tidak lagi membebani jalur darat secara berlebih. Dengan berkurangnya kendaraan berat, potensi kerusakan jalan dapat diminimalisir sehingga membantu pemerintah menghemat anggaran perbaikan jalan nasional,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Pada 2025, sektor energi menjadi sorotan utama dengan meningkatnya volume angkutan BBM. KAI Divre I Sumut mencatat total angkutan BBM mencapai 327.904 ton, tumbuh sekitar 13 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 290.596 ton.

“Angkutan BBM melalui kereta api memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kereta api juga menjadi motor penggerak percepatan pemulihan wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang terdampak bencana banjir bandang melalui distribusi logistik yang cepat dan masif,” jelas Anwar.

Selain BBM, KAI Divre I Sumut sepanjang 2025 juga mengangkut 238.518 ton peti kemas, 107.199 ton CPO, 2.974 ton lateks, 4.203 ton barang hantaran penumpang, serta 3.158 ton angkutan lainnya.

Untuk rute distribusi, angkutan BBM melayani relasi Labuan–Kisaran dan Labuan–Siantar. Angkutan CPO melayani relasi Rantau Prapat–Belawan serta pembongkaran menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Sementara itu, angkutan peti kemas dilayani melalui relasi Belawan–Siantar dan Belawan–Kuala Tanjung.

Anwar menambahkan, angkutan barang menggunakan kereta api memiliki keunggulan berupa kapasitas angkut besar, bebas kemacetan, waktu tempuh yang terprediksi, aman, bebas pungutan liar, serta dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional. Hal tersebut berdampak langsung pada penurunan biaya logistik nasional.

“Efisiensi biaya dan kelancaran suplai melalui jalur kereta api menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing serta kepercayaan pasar global terhadap produk unggulan Sumatera Utara. Dengan menjadikan KAI sebagai urat nadi distribusi, Indonesia tidak hanya mengirimkan komoditas, tetapi juga pesan stabilitas dan profesionalisme ke panggung perdagangan dunia,” pungkasnya.

Ke depan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha guna menciptakan ekosistem logistik yang ramah lingkungan, aman, dan efisien di wilayah Sumatera Utara.(*)

Komentar

Loading...