Ekonom Sumut : Tensi Geopolitik Sedikit Mereda, Harga Emas Dan IHSG Alami Kenaikan
Ket: Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin.(Foto: Istimewa)
RUBIS.ID, MEDAN – Bank Indonesia (BI) pada perdagangan kemarin memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan sentimen positif terhadap pasar keuangan, khususnya terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan keputusan BI tersebut berhasil meredam tekanan Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah. Bahkan, pada perdagangan pagi ini, mata uang Rupiah kembali melanjutkan penguatannya ke level Rp16.895 per dolar AS, Kamis (22/1).
“Keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan setidaknya memberikan ruang bagi Rupiah untuk menguat, meskipun tekanan global masih cukup besar,” ujar Gunawan kepada wartawan.
Meski demikian, ia menilai Rupiah masih berpotensi kembali mengalami tekanan. Hal itu dipicu oleh berbagai sentimen negatif global, seperti meningkatnya tensi geopolitik serta mencuatnya isu perang dagang yang berdampak pada kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan pergerakan positif pada awal perdagangan. IHSG dibuka menguat di level 9.052, sejalan dengan mayoritas bursa saham Asia yang bergerak di zona hijau pada sesi perdagangan pagi.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan setelah sejumlah perusahaan dicabut izin usahanya. Kondisi tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap beberapa emiten di lantai bursa.
Gunawan menambahkan, pelaku pasar saham hingga kini masih dibayangi isu perang dagang antara Amerika Serikat dan Eropa. Ketegangan tersebut sebelumnya dipicu oleh rencana AS terkait aneksasi Greenland. Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir tensi geopolitik mulai mereda dan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan serta komoditas global.
Di sisi lain, harga emas dunia tercatat sempat menyentuh level tertinggi di USD 4.887 per troy ounce, sebelum terkoreksi ke kisaran USD 4.785 pada perdagangan Asia pagi ini. Untuk pasar domestik, harga emas saat ini diperdagangkan di kisaran Rp2,6 juta per gram.
“Harga emas mulai mengalami tekanan jual seiring kenaikan yang cukup tajam pada perdagangan sebelumnya,” pungkasnya. (*)

Komentar