RS Apung Laksamana Malahayati PDI Perjuangan Layani Korban Bencana di Sibolga–Tapteng
Ket Foto: Pelayanan kesehatan gratis oleh tim medis dan relawan RS Apung Laksamana Malahayati PDI Perjuangan saat melayani masyarakat dan korban bencana di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Rabu (21/1/2026).(Tim/ ist)
RUBIS.ID, SIBOLGA – Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Kelurahan Pondokbatu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, Rabu (21/1/2026).
Kapal rumah sakit tersebut dijadwalkan berada di PPN Sibolga hingga 24 Januari 2026 untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya para korban bencana di wilayah Tapteng dan sekitarnya.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, mengatakan kehadiran RS Apung Laksamana Malahayati merupakan bentuk kepedulian partai terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
“Selama periode ini, masyarakat maupun para korban bencana dipersilakan datang dan akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di RS Apung Laksamana Malahayati,” ujar Ribka kepada wartawan.
Ia menjelaskan, RS Apung yang didirikan partai berlambang banteng moncong putih tersebut memiliki misi utama memberikan pelayanan kesehatan bagi rakyat Indonesia, terutama masyarakat pesisir dan pulau-pulau terpencil.
“Selain pengobatan gratis, pada tanggal 23 Januari nanti bertepatan dengan hari ulang tahun Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami akan merayakannya bersama para pengungsi,” kata Ribka.
Pada hari yang sama, PDI Perjuangan juga akan menggelar perayaan Natal nasional bersama para pengungsi terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng.
“Perintah Ibu Megawati, perayaan Natal tidak dilakukan di hotel atau gedung mewah, tetapi bersama saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tegasnya.
Selain layanan kesehatan, PDI Perjuangan juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial lainnya, seperti trauma healing untuk pemulihan psikologis korban bencana, bedah rumah warga terdampak, penyerahan bantuan pembangunan rumah ibadah berupa masjid dan gereja, pembagian seragam sekolah dan guru, pembagian sembako, serta bingkisan Natal.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Marinus Gea, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di RS Apung Laksamana Malahayati.
“Ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan seperti ini memang sangat penting dan benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Marinus menambahkan, Kapal RS Apung Laksamana Malahayati telah menjangkau berbagai wilayah kepulauan di Indonesia. Sebelumnya, kapal tersebut juga memberikan pelayanan kesehatan bagi korban bencana di Aceh pada 25 November 2025 lalu.
“Kapal RS Apung ini dilengkapi tenaga medis profesional dan peralatan kesehatan yang memadai, termasuk layanan operasi. Jika ditemukan penyakit yang tidak dapat ditangani di kapal, pasien akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” pungkasnya.(R)

Komentar