1. Beranda
  2. Daerah
  3. News

Pemko Tanjungbalai Lakukan Penataan Kota dan Penertiban PKL di Kawasan Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah

Oleh ,

RUBIS.ID, TANJUNGBALAI – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan penataan kota dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan mengedepankan pendekatan humanis. Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran langsung Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, saat memimpin kegiatan penataan di kawasan Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Kamis (22/1/2026) malam.

Dalam keterangannya, Fadly menyampaikan bahwa penataan kota dan penertiban PKL merupakan bagian dari visi besar Wali Kota Tanjungbalai dalam mewujudkan kota yang elok, bersih, rapi, indah, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Pemko Tanjungbalai ingin mewujudkan kota yang bersih, indah, dan rapi melalui penataan kota dan penertiban PKL. Upaya ini merupakan keinginan kuat Bapak Wali Kota dalam menciptakan Kota yang Elok, kota yang bersih, rapi, indah, dan nyaman bagi warga maupun pedagang yang beraktivitas di sekitar Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah,” ujar Fadly.

Saat melakukan peninjauan dan monitoring di lapangan, Wakil Wali Kota melarang keberadaan gerobak sate yang berjualan di lokasi tersebut karena dinilai telah merusak pagar Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah.

Ia juga menegaskan agar tim terpadu tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat dan para pedagang, dengan tetap memperhatikan aspek estetika serta ketertiban kota.

“Penertiban PKL ini dilakukan untuk menjaga keindahan ruang publik di Kota Tanjungbalai. Upaya ini bukan untuk merugikan para pedagang,” tegasnya.

Fadly kembali menekankan bahwa penataan kota bukan bertujuan mematikan usaha PKL, melainkan sebagai langkah menjaga keteraturan, ketertiban, dan keindahan ruang publik. Ia berharap para pedagang turut berperan menjaga estetika kota yang menjadi kebanggaan bersama.

Pemko Tanjungbalai, lanjutnya, ingin kawasan tersebut tetap hidup dengan aktivitas masyarakat, namun harus didukung dengan keberadaan PKL yang tertib dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman dipandang, baik oleh warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

“Wilayah ini harus tetap ramai, namun juga tertata dengan baik sehingga memberikan kenyamanan bagi semua,” tutup Wakil Wali Kota.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly juga berdialog langsung dengan para pedagang di Jalan Bahtiar Qusa untuk mendengarkan keluhan dan harapan mereka. Salah satu pedagang, Reza, mengeluhkan adanya kutipan parkir yang dinilai menyebabkan pengunjung semakin sepi.

Keluhan serupa disampaikan Nova, yang meminta agar pemerintah memberikan ruang berjualan selebar tiga meter di bagian depan lokasi dagangannya karena tempat saat ini dinilai kurang strategis dan minim pembeli.

Sementara itu, Irwan mengungkapkan kesulitan pedagang akibat tidak tersedianya air PDAM di lokasi tersebut. “Kami kesulitan karena tidak ada air PDAM, mohon bantu kami, Pak Wawa,” ucapnya.

Kegiatan penataan tersebut turut dihadiri Asisten Ekbang Tajul Akbar Nur Ritonga, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andre Ginting, Plt Disdagper Wiwi Fitria, Camat Tanjungbalai Selatan Yudhi Irfan Lesmana, perwakilan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Lurah Pantai Burung Rajo Erwin.
(CR)

Baca Juga