BI Resmi Gabung Proyek Nexus, Perkuat Sistem Pembayaran Lintas Negara

Foto : (Google/ istimewa)

RUBIS.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam Proyek Nexus sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Keikutsertaan ini menegaskan komitmen BI dalam menghadirkan solusi pembayaran internasional yang lebih efisien, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat serta pelaku usaha Indonesia.

Dalam siaran pers BI bernomor 28/24/DKom yang dirilis Senin (2/2/2026), BI akan mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lainnya, yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam Proyek Nexus merupakan langkah penting untuk mendukung kebutuhan transaksi lintas negara, khususnya bagi pekerja migran dan pelaku usaha. Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal maupun penerima remitansi.

“Integrasi sistem pembayaran antarnegara yang semakin seamless akan mendorong peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara kawasan,” ujar Perry melalui keterangannya, Senin (2/2).

Proyek Nexus merupakan inisiatif Bank for International Settlements (BIS) yang diluncurkan sejak 2021 dengan tujuan menghubungkan berbagai Instant Payment Systems (IPS) di berbagai negara. Pada 2025, proyek ini memasuki fase implementasi dengan dibentuknya Nexus Global Payments (NGP) oleh sejumlah bank sentral.

Sebelumnya, BI berpartisipasi sebagai special observer. Kini, BI resmi menjadi anggota penuh Nexus dan akan mengembangkan sistem pembayaran instan nasional BI-FAST agar dapat terhubung langsung dengan Nexus. Interkoneksi ini diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara sekaligus memperluas inklusi keuangan.

BI juga menegaskan bahwa pengembangan Nexus tetap menjaga kepentingan nasional, termasuk memastikan proses kliring dan setelmen transaksi domestik tetap dilakukan di dalam negeri sebagai bagian dari kedaulatan sistem pembayaran.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 serta sejalan dengan inisiatif Regional Payment Connectivity ASEAN yang diluncurkan pada 2022. Selain itu, sinergi BI dengan Nexus Global Payments juga mendukung agenda reformasi pembayaran lintas negara yang dicanangkan oleh G20.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jaringan pembayaran lintas negara melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi.(*)

Komentar

Loading...