Diskusi Publik dan Pameran Foto “Menguji #Reset Indonesia” Digelar di Medan, Soroti Demokrasi dan Kebebasan Sipil
RUBIS.ID, MEDAN — Diskusi publik dan pameran foto bertajuk “Menguji #Reset Indonesia” akan digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Serayu Cafe and Space, Jalan Sei Serayu No. 85, Tanjung Rejo, Medan. Kegiatan ini menghadirkan dua jurnalis dan aktivis nasional, Dandhy Dwi Laksono dan Benaya Harobu.
Acara yang diprakarsai Indata Komunika Cemerlang bersama Green Justice Indonesia ini dikemas dalam format diskusi publik, pameran foto, serta talk show interaktif. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membahas dinamika demokrasi, kebebasan pers, serta berbagai isu sosial-politik yang berkembang di Indonesia.
Dandhy Dwi Laksono dikenal sebagai jurnalis investigasi dan sineas dokumenter yang kerap mengangkat isu-isu lingkungan, hak asasi manusia, dan demokrasi. Sementara Benaya Harobu merupakan jurnalis independen, pembuat film, sekaligus aktivis yang aktif menyuarakan kebebasan sipil dan hak-hak warga negara.
Diskusi ini juga akan diperkaya dengan pandangan pembanding dari Ibnu Avena Matondang, antropolog dan peneliti antropologi visual etnografi, yang akan memberikan perspektif akademis dalam membaca fenomena sosial dan politik kontemporer.
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dengan tiket masuk sebesar Rp70.000. Peserta tidak hanya dapat berdialog langsung dengan para pembicara, tetapi juga menikmati pameran foto yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Mengusung tema “#Reset Indonesia”, penyelenggara berharap forum ini dapat menjadi momentum evaluasi bersama terhadap arah pembangunan, penegakan hukum, serta kualitas demokrasi di Tanah Air.
Acara ini turut mendapat dukungan dari sejumlah media dan komunitas di Medan. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak panitia di nomor 0813-6134-7979 atau melalui media sosial Indata Komunika.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang temu gagasan yang konstruktif sekaligus memperkuat budaya diskusi publik yang kritis dan berimbang di Kota Medan. (*)
Komentar