Siapkan Talenta Lokal Jadi Penggerak Digital, Indosat dan Nokia Perkuat Literasi AI di Sumsel Lewat Program GENsi
Ket Foto: Suasana pelaksanaan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya, Palembang, Jumat (6/2/2026).(Dok.Indosat/ist)
RUBIS.ID, PALEMBANG – Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di berbagai sektor, tantangan Indonesia kini bukan lagi sekadar akses terhadap teknologi, tetapi kesiapan talenta serta pemerataan literasi digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Nokia menghadirkan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya (UNSRI), Palembang, Jumat (6/2/2026).
Program GENsi dirancang sebagai intervensi pembelajaran berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan satu kali. Melalui pendekatan hybrid yang memadukan pelatihan tatap muka dan pembelajaran mandiri berbasis Learning Management System (LMS), program ini menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia.
Di Palembang, sekitar 150 mahasiswa dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti peningkatan kapasitas literasi digital, keamanan siber, serta pemanfaatan AI. Palembang dipilih sebagai salah satu dari dua lokasi utama implementasi, selain Tarakan, Kalimantan Utara, guna memastikan penguatan literasi AI tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah dengan potensi talenta lokal yang besar.
Berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia 2024 yang berada di level 3,65 dari skala 5, Indonesia masih memerlukan penguatan signifikan, khususnya pada aspek keamanan digital dan kecakapan digital, termasuk dalam pemanfaatan teknologi baru seperti AI. GENsi hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut dengan membekali peserta keterampilan teknis sekaligus pemahaman etika penggunaan AI secara bertanggung jawab.
EVP – Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Indosat dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sumatra.
“Melalui GENsi, kami ingin memastikan talenta muda di Palembang tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi AI, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memecahkan isu-isu lokal di lingkungan mereka. Literasi digital dan pemahaman AI yang kuat adalah fondasi penting agar transformasi digital benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Agus.
Materi pelatihan mencakup literasi digital dasar, keamanan siber, pengenalan AI agents, hingga etika penggunaan AI. Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik pemanfaatan AI dengan pendekatan low/no-code, yang memungkinkan peserta tanpa latar belakang pemrograman membangun solusi digital secara praktis.
Peserta dilatih menciptakan chatbot berbasis AI sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan komunitas sekitar.
Pendekatan ini diharapkan mendorong inovasi yang aplikatif dan relevan dengan persoalan lokal.
Program GENsi juga mengusung model keberlanjutan melalui skema multiplier effect. Sebanyak 20 peserta terpilih akan dipersiapkan menjadi GENsi Digital Trainers yang bertugas menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan kepada komunitas kampus dan masyarakat, sehingga dampaknya dapat meluas secara mandiri dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Nokia sebagai mitra strategis. Hendri Widjaja, Nokia Indonesia ESG Principle, menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan pilar Nokia ESG Global Program: Bridging Digital Divide.
“Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan akses dan kemampuan digital, sehingga pemuda Indonesia dapat berpartisipasi penuh dalam transformasi teknologi. Kami berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan lokal,” katanya.
Selain itu, BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital turut terlibat sebagai mitra pemerintah untuk memastikan keselarasan dengan agenda literasi digital nasional, serta Kumpul sebagai mitra desain pembelajaran.
Kepala BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital, Hamdani Pratama, mengapresiasi kolaborasi penta-helix antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, dan masyarakat dalam meningkatkan daya saing digital.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap talenta digital di Palembang mendapatkan materi berstandar internasional serta mampu berinovasi dengan memanfaatkan AI untuk menghadapi tantangan digital saat ini,” ujarnya.
Dengan kehadiran GENsi di Universitas Sriwijaya, diharapkan lahir gelombang baru talenta muda Sumatra Selatan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi digital nasional. Indosat menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan konektivitas dan inisiatif pemberdayaan demi mewujudkan masa depan digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

Komentar