Harga Emas Naik Signifikan, Investor Pasar Saham Diminta Waspada
Foto: ( Istimewa )
RUBIS.ID, MEDAN – Harga emas dunia sempat menembus level psikologis US$5.200 per ons troy di sesi perdagangan Amerika, di tengah meningkatnya tensi geopolitik global. Namun pada perdagangan Asia pagi ini, harga emas terkoreksi ke kisaran US$5.167 per ons troy atau sekitar Rp2,8 juta per gram.
Ekonom sekaligus Ketua Bahan Pangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan penguatan harga emas sebelumnya dipicu meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor mencari aset safe haven.
“Harga emas sempat ditransaksikan di kisaran US$5.220 per ons troy pada sesi Amerika. Meski pagi ini terkoreksi, secara umum masih menunjukkan tren kenaikan dibandingkan sesi perdagangan sore kemarin,” ujarnya kepada awak media, Selasa (24/2/2026).
Di sisi lain, kebijakan suku bunga yang dipertahankan oleh People’s Bank of China (PBoC) di level 3% belum memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar saham kawasan Asia.
Sejumlah bursa saham di China seperti Shenzhen Stock Exchange dan Shanghai Stock Exchange terpantau menguat. Namun, indeks Hang Seng Index justru mengalami koreksi pada perdagangan hari ini.
Secara umum, mayoritas bursa saham Asia masih ditransaksikan di zona hijau. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi dibuka menguat ke level 8.428.
Meski demikian, penguatan IHSG terpantau tipis dan dinilai rawan mengalami tekanan. IHSG diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.370 hingga 8.450 pada perdagangan hari ini.
“Tidak ada sentimen besar yang menjadi penggerak utama pasar Asia hari ini. Namun, tekanan eksternal tetap perlu diwaspadai,” tambah Gunawan.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah ke level Rp16.820 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang mendekati level 98 atau berada di kisaran 97,8. Rupiah diperkirakan berpeluang diperdagangkan di atas Rp16.800 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan.
Kombinasi penguatan dolar AS dan lonjakan harga emas mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar. Jika tekanan eksternal berlanjut, IHSG berpotensi mengalami koreksi terbatas dalam jangka pendek.(*)




Komentar