Tanggul Aek Muara Sada Jebol, Korwasis Madina Desak Tanggap Darurat Selamatkan 830 Hektar Sawah

RUBIS.ID, MADINA – Sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Koordinator Wartawan Eksis (Korwasis) Mandailing Natal menyatakan keprihatinan mendalam atas jebolnya tanggul Aek Muara Sada di wilayah Simangambat, Kabupaten Mandailing Natal.

Insiden tersebut menjadi perhatian publik setelah laporan lapangan menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat agraris di kawasan itu.

Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, luapan air akibat jebolnya tanggul telah merendam dan merusak sedikitnya 830 hektar lahan pertanian warga. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan terjadinya gagal panen (puso) massal yang mengancam ketahanan pangan serta kesejahteraan ratusan kepala keluarga petani.

Dampak Ekonomi dan Desakan Tindakan Darurat
Korwasis Madina menilai kerusakan lahan seluas 830 hektar bukan sekadar angka statistik, melainkan hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat.

Ketua Korwasis Madina, Ringgo Siregar, menegaskan pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui dinas terkait seperti PUPR dan Dinas Pertanian, serta Balai Wilayah Sungai (BWS), agar segera melakukan langkah tanggap darurat untuk menutup tanggul yang jebol.

“Kami tidak hanya melaporkan fakta, tapi kami mengawal jeritan petani. 830 hektar itu luas yang sangat signifikan. Jika tidak segera ditangani secara permanen, dampak sosialnya akan panjang,” ujar Ringgo Siregar saat memberikan keterangan pers di lokasi lahan pertanian Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Sabtu (28/2/2026).

Dalam kesempatan itu, ia didampingi sejumlah pengurus Korwasis serta tokoh masyarakat seperti Ahmatmat dan Pontas Hasibuan.

Soroti Transparansi dan Pemeliharaan Infrastruktur
Selain mendesak perbaikan darurat, Korwasis Madina juga menyoroti pentingnya transparansi anggaran dan audit terhadap pemeliharaan infrastruktur irigasi di wilayah tersebut. Mereka menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Korwasis meminta agar alat berat, termasuk beko amfibi, segera dikerahkan untuk pengerukan dan penanganan tanggul di Aek Muara Sada Simangambat, mengingat debit air yang masih tinggi dan sulit ditangani secara manual oleh warga.

Petani Pasrah, Upaya Swadaya Terbatas
Hingga saat ini, para petani di Desa Huraba, Siabu, dan Bonandolok, Kecamatan Siabu, dilaporkan hanya bisa pasrah melihat tanaman padi mereka yang mulai membusuk akibat terendam air. Upaya swadaya masyarakat telah dilakukan, namun keterbatasan alat dan dukungan teknis membuat perbaikan tanggul tidak maksimal.

Korwasis Madina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun pusat. Mereka juga meminta agar para petani terdampak segera mendapatkan bantuan, baik berupa kompensasi kerugian, bantuan bibit, maupun perbaikan infrastruktur irigasi secara permanen demi keberlangsungan sektor pertanian di Mandailing Natal.(RR)

Komentar

Loading...