KAI Sumut Matangkan Persiapan Angkutan Lebaran 2026, Jalur Rel di Stasiun Medan Dirawat

RUBIS.ID, MEDAN — Menjelang masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus mematangkan kesiapan sarana dan prasarana guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perawatan jalur rel, termasuk pemeliharaan Wesel 21A di area Stasiun Medan, Jumat (6/3).

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi periode Angkutan Lebaran yang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026.

Plt. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa keandalan infrastruktur menjadi pilar utama dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat pada momentum Idulfitri.

“KAI Divre I Sumut mengelola lintasan aktif sepanjang 476.460 meter sepur yang menghubungkan 43 stasiun di 13 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Dengan bentang jalur yang cukup luas, diperlukan pengawasan ekstra agar aspek keamanan tetap terjaga saat dilintasi rangkaian kereta,” ujar Anwar.

Ia menjelaskan, kegiatan pemeliharaan tersebut meliputi pemeriksaan kondisi rel, pengecekan wesel atau alat pemindah jalur, pengukuran geometri rel, hingga pengawasan terhadap bantalan dan sistem penambat. Serangkaian evaluasi fisik ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi anomali atau kerusakan yang dapat mengganggu operasional perjalanan kereta.

Menurutnya, proses teknis perawatan jalur rel dilaksanakan secara berkala, mulai dari pengecekan bulanan, tiga bulanan hingga tahunan. Penentuan jadwal perawatan tersebut disesuaikan dengan tingkat radius lengkung jalur serta kondisi di lapangan.

Selain perawatan rutin, KAI juga menurunkan Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) setiap hari untuk melakukan inspeksi lintasan. Para petugas menyisir jalur rel dengan berjalan kaki maupun menggunakan Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ) sebelum keberangkatan kereta pertama dan setelah perjalanan kereta terakhir.

Langkah preventif ini bertujuan memastikan posisi rel tetap presisi sesuai spesifikasi teknis, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan seperti vandalisme maupun dampak bencana alam.

“Kami berkomitmen menjaga seluruh aspek prasarana agar tetap prima. Harapannya, seluruh perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Utara selama masa mudik nanti dapat berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” pungkas Anwar.(*)

Komentar

Loading...