Pekan Reksadana Hadir di Medan, APRDI Gencarkan Edukasi dan Ajak Media Perangi Investasi Bodong

Teks : Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia, Lolita Liliana, saat menyampaikan materi edukasi dalam kegiatan Pekan Reksadana di Kota Medan, Selasa (14/4/2026).(Foto: Erik/ RBS)

RUBIS.ID, MEDAN – Rangkaian kegiatan “Pekan Reksadana” kembali digelar dan kali ini menyasar Kota Medan sebagai salah satu dari lima kota besar di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkenalkan reksadana sebagai instrumen investasi yang mudah, aman, dan terjangkau.

Acara yang berlangsung pada hari Selasa, 14 April 2026 di Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Provinsi Sumatera Utara di Medan berlokasi di Jl. Jend. Gatot Subroto No. 180, Sei Sikambing C.II, Medan Helvetia, Medan yang dihadiri puluhan jurnalis tersebut dan juga menghadirkan sejumlah narasumber dari industri keuangan, termasuk Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana & Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Liliana yang membawakan materi edukasi reksadana.

Dalam pemaparannya, Lolita Liliana menjelaskan bahwa reksadana merupakan salah satu instrumen investasi yang cocok bagi masyarakat luas, termasuk pemula, karena prosesnya mudah diakses dan dikelola oleh manajer investasi profesional.

“Reksadana menjadi solusi investasi yang praktis. Masyarakat tidak perlu memiliki modal besar untuk mulai berinvestasi, yang penting memahami tujuan keuangan dan profil risiko,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada investasi bodong yang kerap menawarkan imbal hasil tinggi tanpa risiko yang jelas.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan diskusi antara pelaku industri dengan awak media. Dalam kesempatan tersebut, penyelenggara menyampaikan apresiasi atas peran media dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan terpercaya kepada masyarakat.

“Peran media sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan. Informasi yang disampaikan kepada publik dapat membantu masyarakat memahami investasi yang aman dan legal,” ujar Reza Leonhard selaku Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara salah satu perwakilan panitia.

Pekan Reksadana di Medan memiliki dua fokus utama, yakni sosialisasi program ke lima kampus di Sumatera Utara serta penyampaian informasi kepada media terkait alternatif investasi melalui reksadana. Diharapkan, informasi tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat luas sehingga pemahaman tentang investasi semakin meningkat.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta yang terdiri dari jurnalis dan undangan lainnya tampak antusias mengajukan pertanyaan, mulai dari cara memulai investasi hingga strategi memilih produk reksadana sesuai kebutuhan.

Di tengah maraknya kasus investasi ilegal, pinjaman online ilegal, hingga praktik judi online, APRDI menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama, termasuk dengan media, untuk melawan maraknya investasi bodong dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” tambah Lolita.

Melalui kegiatan ini, APRDI berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, memahami risiko investasi, serta mampu memilih instrumen yang aman dan sesuai dengan kebutuhan mereka.(*)

Komentar

Loading...