1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Nasional
  4. News
  5. Perbankan

BI Ungkap Tiga Pilar Utama Ketahanan Ekonomi Nasional di Forum Global

Oleh ,

Teks foto: Suasana pertemuan strategis dalam rangka memperkuat sinergi kebijakan dan kemitraan internasional.(Dok.BI/ Ist)

RUBIS.ID, JAKARTA – Bank Indonesia menegaskan tiga faktor utama yang menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks, yakni kredibilitas kebijakan, kemampuan adaptasi terhadap perubahan global, serta penguatan kemitraan internasional.

Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (16/4/2026), Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa kredibilitas kebijakan menjadi fondasi utama, yang diwujudkan melalui konsistensi dan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, serta stabilitas sistem keuangan. Kebijakan yang kredibel dinilai mampu menjaga kepercayaan pasar dan pelaku ekonomi, baik domestik maupun global.

Selain itu, kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global juga menjadi faktor penting. Bank Indonesia menilai bahwa perubahan geopolitik dan ekonomi global menuntut fleksibilitas dalam perumusan kebijakan. Penyesuaian kerangka kebijakan secara berkelanjutan diperlukan agar respons terhadap berbagai tantangan global tetap efektif dan tepat sasaran.

Faktor ketiga adalah penguatan kemitraan internasional. Dalam rangkaian pertemuan IMF–World Bank Spring Meetings 2026 di Washington D.C., Amerika Serikat, Bank Indonesia bersama pemerintah Indonesia aktif menjalin komunikasi dengan berbagai mitra global, termasuk investor internasional.

Pertemuan dengan pelaku bisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce menegaskan pentingnya interaksi langsung antara pembuat kebijakan dan sektor swasta. Dalam forum tersebut, Indonesia juga menampilkan ketahanan ekonominya di tengah berbagai krisis global, sekaligus memperkuat kepercayaan investor Amerika Serikat di kawasan Asia Tenggara.

Di hari yang sama, Bank Indonesia turut berdiskusi dengan pejabat tinggi International Monetary Fund terkait perkembangan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian global. Dalam pembahasan tersebut, disoroti bahwa risiko global tidak hanya berasal dari fluktuasi harga minyak, tetapi juga dari potensi gangguan rantai pasok dunia.

Bank Indonesia menekankan bahwa kalibrasi kebijakan ke depan tidak hanya berbasis pada indikator yang sudah terlihat, tetapi juga harus mampu mengantisipasi risiko yang belum sepenuhnya teridentifikasi.

Sejalan dengan tiga faktor kunci tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan internasional serta komunikasi dengan investor global guna menjaga stabilitas eksternal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang meningkat.(*)

Baca Juga