Bulog Sumut Edukasi Pelajar Medan tentang Swasembada Pangan
RUBIS.ID, MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menggelar edukasi kepada pelajar di Kota Medan guna meningkatkan pemahaman generasi muda tentang pentingnya swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa bangga di kalangan pelajar bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas beras.
Menurutnya, edukasi yang diberikan kepada siswa SMP IKAL dan SMP Kartika Medan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran sejak dini bahwa Indonesia telah mandiri dalam sektor pangan.
“Melalui edukasi ini, pelajar dapat memahami bagaimana pengelolaan pangan dilakukan Bulog dalam mendukung pencapaian swasembada pangan,” ujarnya.
Selain itu, para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketersediaan pangan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
“Pelajar juga diberi pemahaman agar tidak perlu khawatir, karena ketersediaan beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Budi.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Ia menyebutkan, stok CBP naik hingga 222 persen, dari 1,5 juta ton pada 2023 menjadi 4,9 juta ton pada pertengahan April 2026. Peningkatan ini menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk potensi krisis pangan.
Ketahanan pangan nasional, lanjutnya, terus diperkuat sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.
Kepala SMP IKAL Medan, Lasimin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi dari Bulog sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru bagi pelajar mengenai rantai distribusi pangan.
“Pelajar mempelajari proses distribusi beras, mulai dari petani hingga ke gudang, sehingga menambah pengetahuan mereka tentang ketahanan pangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bulog berharap generasi muda tidak hanya memahami pentingnya pangan, tetapi juga termotivasi untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional di masa depan.(*)

Komentar