1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. News

Rumah Singgah YBM PLN Ringankan Beban Pasien Berobat di Medan

Oleh ,

RUBIS.ID, MEDAN — Perjuangan menjalani pengobatan jauh dari kampung halaman menjadi tantangan berat bagi banyak pasien, terutama dari keluarga kurang mampu. Hal ini dirasakan Safrida (48), warga Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, yang harus menjalani serangkaian operasi akibat keloid pascaluka bakar di RSUP H. Adam Malik Medan.

Kondisi yang dialaminya tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menekan kondisi ekonomi keluarga. Suami Safrida yang bekerja serabutan membuat kebutuhan biaya pengobatan, transportasi, hingga tempat tinggal selama di Medan menjadi beban berat.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Safrida mendapatkan harapan melalui kehadiran YBM PLN yang menyediakan fasilitas Rumah Singgah di kawasan Medan Tuntungan. Lokasinya yang tidak jauh dari rumah sakit rujukan menjadi solusi bagi pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani perawatan.

Safrida mulai tinggal di rumah singgah tersebut sejak 15 Januari 2026, setelah menjalani operasi pertamanya. Selama periode Januari hingga April 2026, ia telah menjalani tiga kali operasi. Kehadiran rumah singgah sangat membantu mengurangi beban biaya, mulai dari tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Tidak perlu lagi memikirkan biaya kos, makan, dan transportasi. Terima kasih kepada YBM PLN dan pengelola,” ujar Safrida.

Lebih dari sekadar tempat tinggal, rumah singgah ini memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi pasien dalam proses pemulihan. Safrida mengaku kini bisa lebih fokus menjalani pengobatan tanpa terbebani masalah biaya akomodasi.

Saat ini, Rumah Singgah YBM PLN memiliki kapasitas 14 pasien dan seluruhnya telah terisi. Para penghuni berasal dari berbagai daerah, seperti Langkat, Labuhanbatu, Simalungun, Asahan, Padang Lawas Utara, hingga Aceh.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundhakir, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian insan PLN kepada masyarakat.

“PLN tidak hanya hadir menerangi rumah masyarakat, tetapi juga menghadirkan terang dalam bentuk kepedulian. Melalui YBM PLN, zakat, infak, dan sedekah pegawai dikelola agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mundhakir, program Rumah Singgah ini juga sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan. Tidak hanya fokus pada transisi energi dan lingkungan, PLN juga berupaya memberikan dampak sosial yang nyata.

“Keberlanjutan harus menyentuh kehidupan manusia. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa PLN hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial yang memberi harapan,” tambahnya.

Kehadiran Rumah Singgah YBM PLN menjadi wujud gotong royong dalam membantu masyarakat kurang mampu. Bagi Safrida, bantuan tersebut bukan hanya meringankan biaya, tetapi juga memberikan kekuatan dan harapan dalam proses penyembuhan yang tengah dijalaninya.(*)

Baca Juga