KPPU Kanwil I–UPMI Perkuat Sinergi Pendidikan dan Ekonomi Digital

RUBIS.ID, MEDAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha Kantor Wilayah I menjalin silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama dengan Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) dalam pengembangan program pendidikan, kewirausahaan, dan peningkatan kapasitas mahasiswa di era digital.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rektorat UPMI pada 11 Mei 2026 itu dipimpin Kepala Kanwil I Ridho Pamungkas didampingi Kepala Bagian Administrasi Devi Siadari beserta staf administrasi Dewi Sibarani, M. Reskan, dan Zulfikar. Kehadiran rombongan disambut langsung Wakil Rektor I UPMI Dr. Budi Alamsyah Siregar, S.E., M.M.

Dalam pertemuan tersebut, Ridho Pamungkas menyampaikan bahwa tugas KPPU tidak hanya fokus pada penegakan hukum terhadap praktik persaingan usaha tidak sehat, tetapi juga melakukan pengawasan kemitraan agar hubungan usaha antara pelaku usaha besar dan UMKM dapat berjalan secara sehat, adil, dan seimbang.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan ekonomi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun usaha yang inovatif dan kompetitif. Namun, pemahaman mengenai etika bisnis, persaingan usaha yang sehat, dan pola kemitraan yang adil juga menjadi aspek penting dalam membangun usaha berkelanjutan.

“Mahasiswa saat ini memiliki peluang besar untuk menjadi pengusaha muda yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Karena itu, penting juga untuk memahami bagaimana membangun usaha yang sehat, kompetitif, dan tidak merugikan pelaku usaha lainnya,” ujar Ridho.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai dunia usaha, ekonomi digital, inovasi bisnis, serta pentingnya persaingan usaha yang sehat dan kemitraan yang adil dalam mendukung pertumbuhan UMKM.

Sementara itu, Wakil Rektor I UPMI Dr. Budi Alamsyah Siregar menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Ia menegaskan UPMI terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

Menurut Budi, UPMI selama ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, lembaga peradilan, maupun lembaga terkait Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Kampus juga rutin menghadirkan dosen praktisi guna memberikan wawasan langsung mengenai dunia usaha dan pengembangan kewirausahaan.

“Mahasiswa harus mampu melihat potensi daerah dan mengembangkannya menjadi peluang usaha yang kreatif dan inovatif. Dengan begitu, mereka dapat menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, UPMI juga menawarkan kerja sama yang lebih konkret dan berorientasi implementasi melalui skema Implementation Agreement (IA). Program tersebut direncanakan mencakup seminar, kuliah umum, penelitian, program magang berdampak, hingga kegiatan pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Melalui kolaborasi ini, KPPU Kanwil I dan UPMI berharap dapat bersama-sama membangun generasi muda yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki pemahaman mengenai pentingnya persaingan usaha yang sehat dalam menghadapi dinamika ekonomi digital.(*)

Komentar

Loading...