Angkutan Petikemas KAI Divre I Sumut Tumbuh 34 Persen, Dorong Efisiensi Logistik Nasional

RUBIS.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif pada layanan angkutan petikemas sepanjang April 2026. Pertumbuhan ini mempertegas peran PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas kawasan industri di Sumatera Utara.

Sepanjang April 2026, volume angkutan petikemas di wilayah Divre I Sumatera Utara mencapai 37.330 ton. Capaian tersebut meningkat 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar 27.957 ton.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis rel.

“Angkutan petikemas dengan kereta api menawarkan kepastian waktu perjalanan, kapasitas angkut yang besar, serta efisiensi distribusi yang semakin dibutuhkan oleh dunia usaha. Hal ini menjadi salah satu faktor meningkatnya minat para mitra dalam menggunakan layanan logistik kereta api,” ujar Anwar.

Selain ketepatan waktu dan kapasitas angkut, struktur biaya logistik berbasis rel yang lebih terukur juga menjadi keunggulan tersendiri bagi pengguna jasa. Kondisi ini menjadikan kereta api semakin kompetitif sebagai solusi distribusi barang skala besar di Sumatera Utara.

Sepanjang Januari hingga April 2026, KAI Divre I Sumut telah mengangkut total 101.589 ton komoditas melalui layanan petikemas. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan distribusi logistik yang terintegrasi dan efisien di wilayah tersebut.

“Penguatan angkutan logistik berbasis rel menjadi penting dalam mendukung efisiensi biaya logistik nasional. Kehadiran kereta api diharapkan dapat membantu menekan biaya distribusi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” jelasnya.

Saat ini, layanan angkutan petikemas KAI Divre I Sumut melayani sejumlah relasi strategis, di antaranya Stasiun Belawan–Stasiun Perlanaan yang terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, relasi Belawan–Siantar, serta konektivitas menuju Kuala Tanjung.

Untuk mendukung operasional, KAI Divre I Sumut mengoperasikan rata-rata 54 gerbong petikemas setiap hari guna melayani berbagai komoditas unggulan Sumatera Utara.

Anwar menambahkan, penggunaan angkutan barang berbasis rel juga berdampak positif terhadap pengurangan beban jalan raya karena mampu menekan mobilitas kendaraan angkutan berat di jalur darat.

“Angkutan logistik berbasis rel tidak hanya mendukung efisiensi distribusi barang, tetapi juga membantu menjaga kondisi infrastruktur jalan raya melalui pengurangan beban kendaraan berat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Ke depan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat layanan logistik serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka mendukung pertumbuhan industri dan efisiensi rantai pasok di wilayah Sumatera Utara.

“KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Melalui penguatan angkutan petikemas berbasis rel, kami berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,” pungkas Anwar.(*)

Komentar

Loading...