PMT Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Safety Stand Down di Terminal Kuala Tanjung
RUBIS.ID, BATU BARA – PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja dengan menggelar kegiatan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi upaya perusahaan meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa terhadap pentingnya kepatuhan pada prosedur keselamatan di lingkungan operasional pelabuhan.
Pelaksanaan Safety Stand Down dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas bongkar muat di Terminal Kuala Tanjung. Seiring bertambahnya mobilitas alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja di area terminal, PMT menilai penguatan budaya keselamatan menjadi aspek penting untuk menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi seluruh insan pelabuhan.
Dalam kegiatan tersebut, PMT kembali menyosialisasikan panduan keselamatan di sekitar kendaraan operasional, khususnya truk kontainer dan truk curah kering yang setiap hari beroperasi di kawasan terminal. Materi yang diberikan meliputi pengenalan zona aman, zona bahaya, titik buta (blind spot), hingga jarak aman yang wajib dipatuhi pekerja saat berada di sekitar kendaraan.
Pekerja diingatkan untuk menjaga jarak minimal 15 meter dari seluruh sisi truk kontainer dan sedikitnya 20 meter dari truk curah kering. Selain itu, mereka juga mendapat edukasi mengenai bahaya berada di belakang kendaraan akibat keterbatasan pandangan pengemudi, pentingnya melakukan kontak mata dengan sopir sebelum melintas, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, hingga pemanfaatan barikade saat pekerjaan berlangsung.
PMT juga mengimbau seluruh pekerja agar selalu mewaspadai potensi bahaya selama aktivitas bongkar muat, seperti tumpahan material curah, pergerakan alat berat, dan padatnya lalu lintas kendaraan di area terminal. Dengan memahami berbagai potensi risiko tersebut, setiap pekerja diharapkan mampu melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi insiden.
Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional kepelabuhanan.
"Keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional. Karena itu, kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengenali potensi bahaya dan tidak mengabaikan setiap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan," ujarnya.
Menurut Wahyudi, karakteristik operasional terminal yang dinamis dengan pergerakan alat berat, kendaraan logistik, dan pekerja yang berlangsung hampir tanpa henti menuntut setiap personel memiliki tingkat kewaspadaan tinggi agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Ia menambahkan, Safety Stand Down tidak hanya menjadi forum penyampaian materi keselamatan, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kepedulian antarsesama pekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.
"Setiap insiden pada dasarnya dapat dicegah apabila seluruh pihak disiplin menjalankan prosedur dan saling mengingatkan. Kami ingin membangun budaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi tugas unit K3 atau pengawas lapangan," katanya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PMT secara rutin melaksanakan berbagai program penguatan budaya keselamatan, mulai dari inspeksi lapangan, identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko pekerjaan, standardisasi peralatan operasional, hingga peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Perusahaan juga terus mendorong penerapan budaya safety first di setiap tahapan operasional dengan mengajak seluruh pekerja berani menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan serta segera melaporkan potensi risiko untuk ditindaklanjuti.
Sebagai operator terminal peti kemas dan multipurpose di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, PMT menilai budaya keselamatan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan.
Selain mendukung kelancaran operasional, penerapan standar keselamatan yang konsisten juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pengguna jasa sekaligus mendukung terciptanya rantai logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Safety Stand Down ini, PMT berharap kesadaran terhadap keselamatan kerja semakin melekat dalam setiap aktivitas operasional sehingga target zero accident dapat terus dipertahankan.(*)