Arus Peti Kemas Belawan dan Kuala Tanjung Tumbuh 6 Persen hingga Mei 2026

RUBIS.ID, BELAWAN – Kinerja arus peti kemas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung yang dikelola PT Prima Multi Terminal (PMT) menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, volume peti kemas tercatat mencapai 286.195 TEUs, atau tumbuh sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut mencerminkan mulai pulihnya aktivitas logistik di wilayah barat Indonesia. Pertumbuhan ditopang oleh kuatnya distribusi domestik serta meningkatnya ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari kawasan industri di Sumatera.

Kontributor terbesar berasal dari layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Mei 2026, volume peti kemas internasional mencapai 15.734 TEUs, melonjak 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga meningkat 12 persen menjadi 30.057 TEUs.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya arus ekspor-impor serta tetap terjaganya distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur yang didukung aktivitas industri nasional.

Tak hanya layanan peti kemas, aktivitas bongkar muat barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga mencatat pertumbuhan signifikan. Hingga Mei 2026, volumenya mencapai 389.114 ton, meningkat 155 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menunjukkan meningkatnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera.

Sementara itu, Terminal 1 Belawan Domestik mencatat volume peti kemas sebesar 256.138 TEUs, atau naik 5 persen dibandingkan Januari–Mei 2025. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya distribusi barang antarpulau untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi, serta bertambahnya pengiriman komoditas dan produk olahan dari Sumatera ke berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan peningkatan arus barang mencerminkan mulai pulihnya aktivitas industri dan perdagangan di Sumatera setelah menghadapi tekanan perlambatan ekonomi global.

"Distribusi domestik masih menjadi penopang utama, sementara aktivitas ekspor mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Hal itu mendorong kenaikan arus peti kemas di terminal yang kami kelola," ujarnya.

Meski demikian, Rudi mengakui sektor kepelabuhanan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran jalur logistik global, hingga dampak ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman barang. Karena itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing pelabuhan.

PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 86,26 persen. Sementara di Terminal Kuala Tanjung, rasio ET/BT tercatat 74,83 persen untuk layanan internasional dan 65,45 persen untuk layanan domestik.

Untuk mempertahankan kinerja tersebut, perusahaan terus mengoptimalkan peralatan bongkar muat, menata lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi operasional dengan para pengguna jasa dan antarterminal.

Di sisi lain, PMT juga memperkuat implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.

Rudi menilai keandalan pelabuhan akan semakin berperan dalam meningkatkan daya saing industri nasional. Menurutnya, efisiensi layanan kepelabuhanan dapat membantu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, sekaligus mendorong peningkatan daya saing ekspor Indonesia.

Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan akan terus menjadi simpul logistik utama di wilayah barat Indonesia, seiring berkembangnya kawasan industri dan program hilirisasi di Sumatera.(*)

Komentar

Loading...