Indra ST, Pria Berkepala Pelontos yang Mengabdi Tanpa Sekat dari Kelurahan Teladan Barat
Pagi baru saja dimulai ketika halaman Kantor Kelurahan Teladan Barat mulai dipenuhi warga. Sebagian datang membawa map berisi berkas administrasi, sebagian lain ingin menyampaikan persoalan lingkungan, sementara beberapa hanya ingin memastikan informasi pelayanan yang mereka butuhkan.
Di balik meja kerjanya, Indra ST menyambut setiap warga dengan senyum dan sapaan hangat. Baginya, tidak ada perbedaan siapa pun yang datang. Semua berhak memperoleh pelayanan yang cepat, ramah, dan penuh penghormatan.
Suasana seperti itu hampir menjadi rutinitas setiap hari. Di tingkat kelurahan, pemerintah hadir dalam bentuk yang paling nyata. Di sinilah berbagai persoalan masyarakat bermula sekaligus diharapkan menemukan jalan keluarnya.
Bagi Indra, jabatan lurah bukan sekadar posisi administratif. Amanah itu adalah ruang pengabdian yang menuntut kepekaan, kesabaran, dan kemampuan mendengar.
"Setiap warga memiliki kebutuhan yang berbeda. Tugas kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik dan merasa dihargai," ujarnya.
Pria kelahiran tahun 1979 ini, merupakan putra daerah yang kini dipercaya memimpin Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), perjalanan pengabdiannya telah membawanya menempati berbagai posisi strategis sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai lurah.
Kariernya dimulai di Badan Pendapatan Daerah Sumatera Utara sebagai Kepala Seksi Tunggakan Pajak. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi Pelayanan Pendapatan II UPTD Tanjungbalai Bapenda Sumut. Berbekal pengalaman tersebut, ia kemudian dipercaya memimpin Kelurahan Teladan Barat.
Lulusan Strata 1 (S1) itu meyakini kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari cepatnya penyelesaian administrasi. Lebih dari itu, pelayanan yang baik lahir dari sikap aparatur yang ramah, komunikasi yang terbuka, dan kesediaan mendengarkan masyarakat.
Karena itu, ia berupaya membangun budaya pelayanan yang humanis di lingkungan kerjanya. Senyum, sapaan, dan kesabaran, menurutnya, merupakan bagian penting dari pelayanan pemerintah.
Di tengah dinamika perkotaan yang terus berkembang, persoalan masyarakat semakin beragam. Administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan, drainase, keamanan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari keseharian yang harus ditangani pemerintah kelurahan.
Namun Indra menyadari, semua itu tidak mungkin diselesaikan seorang diri.
Ia percaya keberhasilan pembangunan dimulai dari kolaborasi antara pemerintah, kepala lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga seluruh warga.
"Kantor kelurahan harus menjadi rumah bersama. Tempat masyarakat datang tanpa rasa sungkan untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan. Kalau komunikasi berjalan baik, banyak persoalan bisa diselesaikan lebih cepat," katanya.
Semangat membangun kebersamaan juga tercermin dari aktivitasnya di luar pemerintahan. Indra aktif sebagai Pengurus Al Jam'iyatul Washliyah Sumatera Utara serta Pembina Ikatan Sarjana Al Washliyah Sumut. Baginya, organisasi menjadi wadah memperluas pengabdian kepada masyarakat.
Mengabdi di kota tempat ia dilahirkan menghadirkan kebanggaan tersendiri. Medan bukan sekadar tempat bekerja, tetapi rumah yang ingin terus ia lihat berkembang menjadi kota yang tertib, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya.
Di sela kesibukannya sebagai lurah, Indra juga gemar melakukan perjalanan. Hobi tersebut menjadi cara sederhana baginya menyegarkan pikiran sekaligus melihat berbagai pengalaman dan praktik baik yang bisa menjadi inspirasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tantangan pemerintahan akan terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, aparatur pemerintah juga harus terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Ia meyakini kemajuan sebuah kelurahan tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat mereka tinggal. Semangat gotong royong tetap menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang bersih, aman, dan harmonis.
Bagi Indra, setiap hari adalah kesempatan untuk terus memperbaiki diri sebagai pelayan masyarakat. Jabatan yang diembannya bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata.
"Jabatan itu sementara, tetapi manfaat yang kita tinggalkan akan selalu dikenang. Selama diberi kepercayaan, saya ingin bekerja dengan tulus dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ungkapnya.
Di balik kesederhanaannya, Indra menyimpan harapan besar agar Kelurahan Teladan Barat terus berkembang menjadi lingkungan yang tertib, nyaman, bersih, serta mampu mempertahankan nilai-nilai kebersamaan di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.
Sebab bagi Indra ST, menjadi lurah bukan hanya tentang memimpin sebuah wilayah administratif. Lebih dari itu, menjadi lurah adalah tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan, mendengar tanpa membedakan siapa pun, dan mengabdikan diri tanpa mengenal sekat.(*)




Komentar