1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. News

PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Gas di Sumatera kepada Investor, Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis

Oleh ,

RUBIS.ID, MEDAN – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina mengajak investor ritel terbesar perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat transparansi kepada investor sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, hingga potensi pengembangan pasar gas bumi yang akan semakin diperkuat melalui sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang dilaksanakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas pasokan gas bumi sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi gas di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN telah menyalurkan sekitar 147 BBTUD gas bumi kepada lebih dari 136 ribu pelanggan yang tersebar di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, mengatakan wilayah Sumatera memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi. Batam menjadi kawasan dengan pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor), sedangkan Palembang dan Medan memiliki tingkat penetrasi pasar yang tinggi (high penetration market).

"Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur," ujar Heri.

Menurutnya, operasional PGN di Sumatera Utara juga diperkuat oleh jaringan yang dikelola anak usaha PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Infrastruktur tersebut terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, mulai dari regasifikasi LNG Arun hingga pasokan dari sejumlah blok hulu yang kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, serta sektor pupuk.

Heri menegaskan, pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera. Jaringan transmisi tersebut nantinya menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan sehingga memperluas fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh hingga Lampung.

"Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien," jelasnya.

Saat ini PGN juga mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 1.834 kilometer yang melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, pelanggan komersial, hingga industri di wilayah Sumatera bagian utara. Keberadaan fasilitas offtake station, seperti Pasar IX, turut meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas ke depan.

Menurut Heri, penguatan jaringan transmisi dan distribusi menjadi bagian dari strategi jangka panjang PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut diperkuat melalui integrasi infrastruktur pipa maupun nonpipa, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG), sehingga kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah dapat dilayani secara lebih optimal.

"Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," tutup Heri.(*)

Baca Juga