Wali Kota Wesly Didampingi Kepala BPKPD Alwi Lumbangaol Hadiri Seminar Rembug Fiskal Tingkatkan PAD di Batam
RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Alwi Andrian Lumbangaol SSTP menghadiri Seminar Rembug Fiskal, di Harris Hotel & Suites Nagoya Batam, Jalan Nagoya Thamrin Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, 26-27 Agustus 2026. Seminar yang bertujuan dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut diselenggarakan Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Wesly mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mendorong penguatan PAD melalui inovasi dan digitalisasi pengelolaan pajak. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat fiskal daerah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Seminar diikuti 24 anggota Komwil I APEKSI. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas selaku Ketua Komwil I APEKSI membuka seminar. Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah kota untuk memperkuat komunikasi, bertukar pengalaman, serta membahas praktik terbaik dalam menghadapi tantangan fiskal daerah.
Pembahasan forum mencakup optimalisasi PAD, investasi, pertumbuhan ekonomi, penguatan sinergi antar pemerintah kota, serta pemanfaatan teknologi digital. Para peserta juga menyoroti pentingnya inovasi dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
Wesly menilai penguatan fiskal tidak cukup hanya mengejar peningkatan penerimaan. Pemerintah daerah perlu memperbaiki tata kelola pendapatan agar hasilnya memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pemerintah Kota Pematangsiantar terus mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Yang paling penting, penguatan fiskal ini tidak hanya berhenti pada peningkatan penerimaan, tetapi harus bermuara pada pelayanan dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) QRESTO (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization) antar pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI. Kerja sama itu membuka peluang penerapan dan pengembangan inovasi digital dalam pengelolaan pajak daerah melalui sistem terintegrasi.
Wesly menilai kerja sama QRESTO menjadi momentum bagi Pemko Pematangsiantar untuk memperluas penerapan inovasi sekaligus berbagi pengalaman dengan pemerintah kota lain. Digitalisasi pendapatan diarahkan untuk meningkatkan efektivitas penerimaan, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan seminar tersebut merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) I APEKSI di Kota Banda Aceh, April 2026 lalu. Musyawarah tersebut menghasilkan Program Kerja Tahun 2026. Menurutnya, forum tersebut memperkuat kerja sama antar pemerintah kota serta mengoptimalkan potensi fiskal melalui pertukaran pengalaman dan praktik terbaik.
“Kami berterima kasih atas penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Duplikasi Aplikasi QRESTO sebagai tindak lanjut Kesepakatan Bersama 24 pemerintah kota anggota Komwil I APEKSI. QRESTO merupakan inovasi digital yang memisahkan omzet usaha dan kewajiban pajak sejak transaksi, memantau transaksi secara real-time, serta memastikan penerimaan pajak tercatat dan disetorkan ke RKUD pada hari yang sama,” kata Rico. (*)




Komentar