Khairul Muslim dan Pesan untuk Wartawan Muda: “Jangan Bikin Malu Saya”
RUBIS.ID, MEDAN – Di balik ketegasan seorang penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW), tersimpan harapan besar agar lahir jurnalis muda yang profesional, berintegritas, dan memahami tanggung jawabnya kepada publik. Pesan itulah yang disampaikan Khairul Muslim kepada peserta UKW jenjang Muda di Emerald Garden, Medan, pada 8–9 Oktober 2026.
Sebagai Penguji 4 UKW Muda, Khairul Muslim menekankan bahwa menjadi wartawan bukan sekadar mampu menulis dan menyajikan berita. Lebih dari itu, profesi jurnalistik menuntut komitmen terhadap etika, integritas, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Salah satu pesannya yang membekas bagi para peserta adalah pentingnya menjaga profesionalisme dan nama baik profesi setelah kembali menjalankan tugas di lapangan.
“Jadilah wartawan yang profesional dan berintegritas di luar nantinya. Jangan bikin malu saya, karena wajah kalian di luar adalah wajah saya,” demikian pesan Khairul Muslim kepada peserta.
Pernyataan tersebut bukan sekadar teguran, melainkan pengingat bahwa tanggung jawab seorang wartawan tidak berhenti setelah dinyatakan kompeten. Justru, tantangan sesungguhnya dimulai ketika mereka kembali bertugas di tengah masyarakat, berhadapan dengan berbagai kepentingan, tekanan, dan dinamika pemberitaan.
Bagi seorang penguji, keberhasilan UKW tidak hanya diukur dari kemampuan peserta menyelesaikan materi dan tugas ujian. Lebih penting lagi, bagaimana pengetahuan, keterampilan, dan prinsip jurnalistik diterapkan secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari.
UKW Bukan Sekadar Ujian
Khairul Muslim juga mengingatkan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan dalam membangun kualitas sumber daya manusia pers. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan derasnya arus pemberitaan melalui berbagai platform, wartawan dituntut semakin cermat, profesional, dan bertanggung jawab.
Pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi landasan penting bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya.
Prinsip tersebut mencakup ketepatan dan verifikasi informasi, penghormatan terhadap hak narasumber, keberimbangan pemberitaan, serta menghindari penyajian informasi yang dapat merugikan masyarakat akibat kelalaian jurnalistik.
Karena itu, UKW tidak semestinya dipandang hanya sebagai proses untuk mengukur kemampuan teknis seorang wartawan. Ujian tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran mengenai tanggung jawab pers dalam kehidupan demokrasi.
Menjaga Kepercayaan Publik
Pesan Khairul Muslim menjadi pengingat bagi wartawan muda bahwa status kompeten harus dibuktikan melalui sikap dan perilaku profesional dalam menjalankan tugas.
Seorang wartawan tidak hanya membawa nama pribadi dan perusahaan media tempatnya bekerja, tetapi juga mencerminkan kualitas profesi jurnalistik di mata masyarakat.
Keberanian mengungkap fakta harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap etika. Begitu pula kebebasan pers harus disertai kesadaran akan tanggung jawab terhadap kepentingan publik.
Pada akhirnya, pesan “jangan bikin malu saya” memiliki makna lebih luas daripada sekadar menjaga nama baik seorang penguji. Pesan itu merupakan amanah agar para wartawan muda senantiasa menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan merawat kepercayaan masyarakat terhadap pers.
Sebab, keberhasilan seorang wartawan bukan hanya terlihat dari berita yang dihasilkannya, tetapi juga dari cara ia menjalankan profesi dengan jujur, bertanggung jawab, dan berpegang teguh pada etika jurnalistik.(*)