Harga Cabai dan Daging Ayam Turun, Gunawan Benjamin: Potensi Deflasi Medan Menguat

RUBIS.ID, MEDAN – Harga cabai dan daging ayam di Kota Medan mengalami penurunan pada awal pekan, Senin (19/10/2026). Kondisi ini membuka peluang terjadinya deflasi di Kota Medan pada Oktober 2026.

Pengamat ekonomi sekaligus Ketua Bahan Pangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan penurunan harga sejumlah komoditas tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan di pasar.

Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dan observasi lapangan, harga daging ayam di Pusat Pasar Medan turun dari sekitar Rp38.000 per kilogram pada Jumat pekan lalu menjadi Rp34.500 per kilogram.

Meski pasokan meningkat, Gunawan mengingatkan bahwa harga pakan ternak masih relatif mahal. Kondisi ini berpotensi menekan keuntungan peternak, terlebih jika penurunan harga berlanjut akibat melemahnya permintaan masyarakat.

Tekanan daya beli juga dirasakan pedagang dan peternak sapi. Menurut hasil observasinya, salah satu rumah potong hewan (RPH) kini hanya memotong sekitar 3–5 ekor sapi per hari, turun dibandingkan 6–8 ekor per hari pada 2025.

Sementara itu, harga berbagai jenis cabai turut mengalami penurunan. Di Pasar Petisah, harga cabai merah turun dari Rp60.000 menjadi Rp52.500 per kilogram. Cabai rawit hijau merosot dari Rp71.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau turun dari Rp47.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.

Gunawan menilai penurunan harga cabai dan daging ayam tersebut berpeluang mendorong deflasi di Kota Medan pada Oktober. Meredanya tekanan harga juga dapat membantu mengurangi tekanan inflasi di Sumatera Utara.

Namun, ia mengingatkan bahwa risiko inflasi pada bulan-bulan berikutnya masih terbuka. Karena itu, perkembangan pasokan, harga pakan ternak, serta daya beli masyarakat perlu terus dicermati agar penurunan harga tidak justru memperberat kondisi pelaku usaha pangan.(*)

Komentar

Loading...