Ketua Yayasan Mapel Indonesia : 85–95 Persen Rumah Warga Desa Sukajadi Aceh Tamiang Rusak Parah Diterjang Banjir

Ket : Ketua Yayasan Mapel Indonesia, M. Yusuf Hanafi Sinaga, S.Sos, berbincang dengan salah satu warga korban banjir di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (24/12).(Foto: Ist)

RUBIS.ID, ACEH TAMIANG – Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah akibat bencana banjir yang melanda daerah tersebut. Sekitar 85 hingga 95 persen rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian hilang tersapu arus banjir, Rabu (24/12).

Ketua Yayasan Mapel Indonesia, M. Yusuf Hanafi Sinaga, S.Sos, yang turun langsung meninjau lokasi terdampak, menyebut kondisi Desa Sukajadi sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak.

Berdasarkan keterangan warga korban banjir, Yunus, dari total sekitar 340 unit rumah yang sebelumnya berdiri di desa tersebut, kini hanya sekitar 20 unit rumah yang masih tersisa. Selebihnya rata dengan tanah atau hanyut terbawa derasnya arus banjir.

“Kerusakannya hampir menyeluruh. Banyak rumah yang benar-benar hilang, tidak tersisa,” ujar Yunus.

Meski kerusakan fisik permukiman tergolong ekstrem, ketersediaan bahan pangan di lokasi saat ini dilaporkan masih relatif aman. Namun demikian, warga menghadapi kebutuhan mendesak berupa peralatan memasak seperti kompor dan perlengkapan dapur lainnya yang sebagian besar rusak atau hilang akibat banjir.

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah peralatan masak. Banyak warga sudah tidak punya kompor untuk memasak,” ungkap Yusuf.

Sebagai tindak lanjut, Yusuf menuturkan pihaknya bersama relawan berencana kembali ke Desa Sukajadi dalam beberapa hari ke depan untuk menyalurkan bantuan, khususnya peralatan memasak, guna membantu pemenuhan kebutuhan dasar para korban banjir.

Laporan kondisi lapangan ini juga telah disampaikan kepada pemerintah daerah serta instansi terkait agar memberikan perhatian serius terhadap Desa Sukajadi yang dinilai sebagai salah satu wilayah dengan dampak banjir terparah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Hingga saat ini, warga berharap adanya penanganan lanjutan, bantuan logistik yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan, serta penyediaan hunian sementara bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut. (*)

Komentar

Loading...