Desa Kota Lintang Bawah Nyaris Hilang Usai Diterjang Banjir Besar
Ket: Desa Kota Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, yang nyaris rata dengan tanah akibat banjir besar, Rabu (25/12).(Foto: Arif/ Ist)
RUBIS.ID, ACEH TAMIANG — Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, meninggalkan kerusakan yang sangat parah. Hampir seluruh permukiman warga di salah satu kampung terdampak dilaporkan rusak berat hingga nyaris rata dengan tanah.
Seorang warga setempat, Teguh, yang tinggal di Kecamatan Bandar Pusaka, menggambarkan kondisi pascabanjir dengan nada penuh keprihatinan. Ia menyebut tingkat kerusakan di kampungnya, Desa Kota Lintang Bawah, mencapai lebih dari 99 persen.
“Waduh… tidak bisa kita bayangkan. Seperti itulah kondisi saudara-saudara kita. Satu kampung hampir habis,” ungkap Bang Teguh saat dikonfirmasi tim rubis.id melalui WhatsApp, Rabu (25/12).
Kondisi memprihatinkan juga disampaikan Arif, warga yang berdomisili di Medan dan sempat berkunjung ke lokasi bencana. Menurutnya, hingga kini warga masih hidup dalam keterbatasan akibat belum pulihnya pasokan listrik secara menyeluruh.
“Semalam kami datang, kondisi listrik mati-hidup bergilir. Mungkin belum stabil,” ujarnya.
Selain masalah kelistrikan, akses komunikasi juga masih menjadi kendala serius. Jaringan internet memang tersedia, namun kualitas sinyal sangat lemah sehingga menyulitkan warga untuk berkomunikasi maupun melaporkan kondisi terkini kepada pihak luar.
“Internet ada, tapi ala kadarnya. Sinyalnya lemah,” tambahnya.
Hingga saat ini, warga terdampak banjir di Aceh Tamiang masih sangat membutuhkan bantuan darurat, terutama logistik, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan infrastruktur. Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat mempercepat proses penanganan dan pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.(*)

Komentar