Sinergitas Pemko Tanjungbalai, BPS, dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
RUBIS.ID, TANJUNGBALAI — Sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai, Badan Pusat Statistik (BPS), serta para pelaku usaha menjadi kunci sukses pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Data yang dihasilkan dari sensus ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina, didampingi Kepala BPS Kota Tanjungbalai Nizaruddin, serta diikuti Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan OPD, dan pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menegaskan pentingnya ketersediaan data yang lengkap, komprehensif, dan mutakhir untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi daerah ke depan.
“Kehadiran kita semua hari ini bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat, transparan, dan berkelanjutan di Kota Tanjungbalai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan “ngisi bareng”, para pelaku usaha diberikan kesempatan untuk mengisi data usaha secara langsung dengan pendampingan petugas BPS. Langkah ini bertujuan agar proses pendataan menjadi lebih mudah, cepat, akurat, dan efisien.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi dan konsultasi agar setiap data yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi usaha yang sebenarnya. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah,” tambahnya.
Fadly juga mengajak seluruh pihak untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya data dalam pembangunan. Menurutnya, data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus menyadari, data yang akurat akan melahirkan kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat akan melahirkan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia pun mengimbau para pelaku usaha, baik mikro, kecil, maupun menengah, agar menerima petugas Sensus Ekonomi 2026 dengan baik serta memberikan informasi yang jujur dan lengkap. Ia memastikan bahwa seluruh data yang dikumpulkan akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungbalai, Nizaruddin, menyampaikan bahwa data dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Data membantu pemerintah dalam merancang akses pembiayaan, subsidi bunga, hingga pengembangan ekosistem usaha,” ujarnya.
Menurutnya, informasi yang akurat juga dapat mendorong pembangunan infrastruktur pasar, percepatan digitalisasi, serta efisiensi rantai pasok. Selain itu, pemetaan sektor usaha membuka peluang kolaborasi antara pelaku UMKM dengan usaha skala lebih besar.
“Iklim usaha yang sehat juga dapat tercipta melalui kebijakan persaingan dan perlindungan UMKM berbasis data. Semakin akurat data yang dikumpulkan, semakin tepat pula kebijakan yang dihasilkan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, BPS bersama Pemko Tanjungbalai mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 guna mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Tanjungbalai. (CR)




Komentar