Harga Komoditas Pangan Masih Stabil, Ekonom Ingatkan Potensi Lonjakan Akibat Kenaikan HPP

RUBIS.ID, MEDAN – Harga sejumlah komoditas pangan di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, pada pekan ketiga Mei 2026 masih terpantau stabil. Meski demikian, pemerintah diminta tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan akibat meningkatnya harga pokok produksi (HPP). Hal tersebut disampaikan Ekonom sekaligus Ketua Bahan Pangan Sumut, Gunawan Benjamin kepada awak media, Selasa (19/5/2026).

Menurut Gunawan, stabilnya harga pangan saat ini sebagian besar dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan di pasar, bukan karena biaya produksi yang menurun.

“Harga daging ayam misalnya, saat ini bertahan di kisaran Rp35.050 per kilogram di Kota Medan mengacu pada PIHPS. Penurunan harga ini lebih disebabkan oleh lonjakan pasokan yang membanjiri pasar tradisional,” ujarnya.

Sebelumnya, harga daging ayam sempat berada di atas Rp40 ribu per kilogram. Meski harga jual menurun, biaya produksi justru mengalami kenaikan. Harga pakan ternak dalam sebulan terakhir disebut naik lebih dari Rp300 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi masih relatif stabil di kisaran Rp142.500 hingga Rp150 ribu per kilogram. Namun, para pedagang disebut mulai menanggung kerugian karena tidak berani menaikkan harga jual di tengah daya beli masyarakat yang masih terbatas.

Untuk komoditas telur ayam, harga mengalami penurunan dan kini berada di rentang Rp1.600 hingga Rp2.100 per butir. Penurunan tersebut juga dipicu oleh meningkatnya produksi dan pasokan di pasar.

Di sektor hortikultura, harga cabai merah saat ini rata-rata berada di angka Rp31.500 per kilogram, sedangkan cabai rawit dijual sekitar Rp35.300 per kilogram. Adapun minyak goreng curah diperdagangkan di kisaran Rp20.400 per kilogram.

Harga beras medium yang sebelumnya sempat mengalami kenaikan kini bergerak stabil di kisaran Rp14.850 hingga Rp15.050 per kilogram berdasarkan data PIHPS Medan.

Kondisi serupa juga terjadi pada bawang merah. Meski naik sekitar Rp200 per kilogram dalam sepekan terakhir, harga bawang merah masih bertahan di rata-rata Rp40.900 per kilogram.
Gunawan menilai, stabilnya harga saat ini sebenarnya menyimpan persoalan tersendiri.

Sebab, di tengah kenaikan biaya produksi, banyak pedagang memilih menahan harga atau mengurangi kuantitas barang yang dijual, atau dikenal dengan fenomena shrinkflation.
“Untuk kebutuhan yang menggunakan kemasan plastik, fenomena shrinkflation maupun inflasi umum sudah mulai mudah ditemukan di pasar,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah perlu lebih berhati-hati terhadap komoditas pangan hortikultura dan tanaman pangan, terutama karena kenaikan harga pupuk dan plastik yang terjadi sejak Maret lalu diperkirakan akan mulai berdampak signifikan pada Juni hingga Juli mendatang.

Menurutnya, kenaikan HPP nantinya akan mendorong peningkatan harga jual di tingkat petani. Jika harga di tingkat konsumen masih berada di bawah harga keekonomian, maka potensi lonjakan harga pangan tetap terbuka lebar.

Untuk cabai merah, Gunawan memperkirakan harga masih berpeluang stabil di bawah Rp40 ribu per kilogram hingga Juni mendatang karena pasokan di Sumatera Utara masih cukup besar.

Namun, ia mengingatkan ancaman cuaca ekstrem seperti El Nino dapat memicu gangguan produksi di daerah lain di luar Sumut, yang pada akhirnya bisa memicu lonjakan harga pada bulan-bulan berikutnya.

“Kalau daerah lain mengalami gangguan produksi cabai akibat El Nino, maka skenario harga stabil saat ini bisa berubah menjadi lompatan harga pada bulan selanjutnya,” pungkasnya.(*)

Komentar

Loading...