Pertamina Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap Karhutla di Kerumutan

RUBIS.ID, PELALAWAN – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung penanggulangan dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pertamina Patra Niaga terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional, menyusul karhutla yang terjadi dalam sebulan terakhir dan mulai berdampak terhadap aktivitas serta kesehatan warga.

Berdasarkan kondisi di lapangan, Kecamatan Kerumutan menjadi wilayah dengan dampak karhutla terparah dari 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Kebakaran terjadi di kawasan lahan sawit milik masyarakat dengan luas hampir 10 hektare.

Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan, mengatakan sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia.

“Penyebab karhutla 99 persen dipicu oleh manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja, hanya 1 persen disebabkan oleh kemarau,” ujar Zulfan.

Ia menjelaskan, kondisi karhutla di Kerumutan semakin kompleks karena sebagian lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Api pada lahan gambut tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat membara di dalam tanah.

“Lahan gambut yang terbakar tidak hanya berada di permukaan, tetapi bisa membara jauh di dalam tanah,” jelasnya.

Sebagai bentuk respons cepat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Sei Siak menyalurkan bantuan berupa paket alat kesehatan berupa masker N95 dan oksigen portabel. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi tim lapangan serta masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan dilakukan bersama pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Pelalawan di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Kerumutan pada 25 Agustus 2026.

Zulfan mengapresiasi kepedulian Pertamina yang turut mendukung upaya penanganan karhutla dan dampak asap di wilayah tersebut.

“Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan atas kepedulian Pertamina. Tim pemadam yang siaga 24 jam memiliki potensi terjangkit penyakit pernapasan yang tinggi karena paparan asap dalam jangka waktu yang lama,” katanya.

Menurutnya, bantuan alat kesehatan tersebut diharapkan dapat meminimalisir risiko gangguan kesehatan bagi petugas yang berada di lapangan.

“Bantuan ini dapat meminimalisir potensi tersebut dan tim dapat bekerja dengan kondisi yang aman dan nyaman,” tambah Zulfan.

Sementara itu, Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat.

“Melalui aksi tanggap darurat ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Silvani.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mendukung penanganan dampak asap akibat karhutla di Riau, khususnya Kecamatan Kerumutan, sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.(*)

Komentar

Loading...