TPID dan PD Pasar Horas Jaya Gelar Operasi Pasar Murah, Daging Ayam Ras Rp40 Ribu per Kg

RUBIS.ID, PEMATANGSIANTAR - Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) bersama PD Pasar Horas Jaya (PHJ) menggelar operasi pasar murah di Balerong Rajawali Pasar Dwikora, Senin (21/09/2026). Di operasi pasar tersebut, daging ayam ras dijual seharga Rp40 ribu per kilogram (Kg). Harga tersebut di bawah harga pasar, yakni rata-rata Rp50 ribu per Kg.

Ketua Harian TPID Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdako Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP dan Direktur Utama (Dirut) PD PHJ Bolmen Silalahi SP, menerangkan pihaknya melakukan pemantauan harga melalui Early Warning System (EWS) TPID Kota Pematangsiantar (https://tpid.pematangsiantar.go.id/ews/tabel) dan SiHarapanku (http://hargapangan.sumutprov.go.id/tabel-harga) Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar secara aktif. Kemudian melakukan deteksi dini terhadap perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok masyarakat, khususnya komoditas yang berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi.

“Ternyata salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam ras yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tren kenaikan harga,” katanya, Kamis (24/09/2026).

Kondisi tersebut, lanjut Junaedi, menjadi dasar bagi TPID Kota Pematangsiantar untuk melakukan langkah intervensi secara terukur melalui Operasi Pasar Murah (OPM), dengan mengutamakan stabilisasi harga, keterjangkauan masyarakat, dan tetap menjaga ketersediaan pasokan.

“Sebagai bagian dari penguatan respons EWS, Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui TPID berkolaborasi dengan PD Pasar Horas (PD PHJ) sebagai off-taker melaksanakan OPM komoditas daging ayam ras,” jelasnya.
Daging ayam ras disediakan dengan harga Rp40 ribu per Kg, atau di bawah harga pasar pada saat pelaksanaan. PD PHJ menyiapkan sekitar 400 Kg ayam ras untuk kegiatan OPM di Balerong Rajawali Pasar Dwikora.

Menurut Junaedi, intervensi tersebut merupakan bagian dari respons terhadap tekanan harga ayam ras bulan sebelumnya, yang mencapai sekitar rata-rata Rp50 ribu per Kg.

Data pemantauan 17 September 2026 menunjukkan harga berada pada kisaran Rp40.000–Rp47.000 per Kg. Sementara pada pelaksanaan OPM perdana pada Toko Pengendali dan Pantau Inflasi (Toppis) UD Azizah, TPID melakukan intervensi harga Rp5.000, dengan harga jual Rp42.000 per Kg.
Pada kegiatan berikutnya, 21 September 2026 di Balairong Rajawali, TPID dan PD PHJ sebagai off taker menggelar Kembali OPM dengan harga ayam ras di Pasar Dwikora Rp43.000, dan harga jual ayam ras TPID saat itu Rp40.000 per Kg serta mendapatkan bonus cabai merah jika pembayaran dilakukan dengan QRIS.

“Perkembangan harga daging ayam ras pekan kedua mulai melandai di Pasar Horas, rata-rata Rp44.000, dan di Pasar Dwikora berkisar Rp42.000-Rp43.000 per kilogram. Perkembangan tersebut menunjukkan tekanan harga telah mulai mereda dibandingkan titik kenaikan sebelumnya, meskipun tetap memerlukan pemantauan dan intervensi lanjutan,” tukas Junaedi.

Junaedi menambahkan, langkah tersebut menunjukkan penguatan peran Pemko Pematangsiantar dalam pengendalian inflasi yang berbasis data, yaitu dari sekadar memantau harga menjadi melakukan respons secara cepat melalui intervensi pasar dan penguatan peran BUMD sebagai Off-Taker. Dengan mekanisme EWS, setiap perkembangan harga dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan intervens. Sedangkan PD PHJ berperan dalam penyerapan, penyediaan, dan penyaluran komoditas kepada masyarakat.

“Ke depan, pengendalian harga daging ayam ras tidak hanya diarahkan pada penurunan harga sesaat, tetapi pada terciptanya stabilitas yang berkelanjutan melalui tiga aspek utama, yaitu menjaga keterjangkauan harga konsumen, memastikan ketersediaan pasokan, serta memperlancar distribusi dari sumber pasokan sampai ke pasar. Oleh karena itu, pemantauan EWS dan SiHarapanku akan terus menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah intervensi perlu dilanjutkan, disesuaikan volumenya, atau dihentikan ketika harga dan pasokan telah kembali stabil,” pungkas Junaedi. (*)

Komentar

Loading...